{"id":149,"date":"2018-06-17T12:37:00","date_gmt":"2018-06-17T12:37:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2018\/06\/17\/jangan-belagu-nyapu-uang-kalo-tidak-paham-tentang-nilai-uang\/"},"modified":"2018-06-17T12:37:00","modified_gmt":"2018-06-17T12:37:00","slug":"jangan-belagu-nyapu-uang-kalo-tidak-paham-tentang-nilai-uang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2018\/06\/17\/jangan-belagu-nyapu-uang-kalo-tidak-paham-tentang-nilai-uang\/","title":{"rendered":"Jangan Belagu Nyapu uang kalo tidak paham tentang nilai uang"},"content":{"rendered":"<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-63nahb84LEM\/WyZV1lGgFgI\/AAAAAAAADQs\/nCPUBwLGejU6AC1zXlqXPq1g3gMiSK4XACLcBGAs\/s1600\/_20180617_193548.JPG\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"429\" data-original-width=\"282\" height=\"400\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-63nahb84LEM\/WyZV1lGgFgI\/AAAAAAAADQs\/nCPUBwLGejU6AC1zXlqXPq1g3gMiSK4XACLcBGAs\/s400\/_20180617_193548.JPG\" width=\"262\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nBelakangan ini khususnya sebelum THR lebaran, banyak meme atau bahkan video tentang membagi-bagikan uang atau malah menyapu uang yang nilainya tidak kecil. Uang lembaran berwarna biru dan merah, seolah uang itu tidak ada harganya. Entah ingin mencari sensasi demi terkenal di dunia maya atau mungkin korban Tik Tok.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSaya yakin orang-orang itu tidak mengerti soal nilai uang. Dan saya yakin juga bahwa mereka bukanlah seorang pengusaha. Kenapa? Karena seorang pengusaha akan menghargai nilai uang seberapapun itu. Karena untuk mendapatkan uang, seorang pengusaha harus susah payah terlebih dahulu. Ada idiom kalangan pengusaha, mendapatkan pembelian pertama adalah hal yang sulit.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nDan seorang wirausahawan tidak akan memamerkan kekayaannya. Apalagi berlaku sombong dengan menyapu uang seperti sampah. Kebanyakan pengusaha, menurunkan gaya hidupnya. Lalu ke mana uangnya? Banyak pengusaha yang hidup secara sederhana dan uangnya dikumpulkan untuk membeli aset-aset yang dapat meningkatkan perputaran uangnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSaya ingin bercerita tentang salah seorang milyader dari Hongkong yang sangat menghargai nilai uang. Adalah Li Kah Shing, seorang multi jutawan dari Hongkong, suatu ketika sekeping uang logam miliknya terjatuh ke dalam selokan. Nilainya tak seberapa, cuma 2 dolar Hongkong atau kalau dirupiahkan sekitar Rp. 3,548 . Namun, ia berusaha menemukannya kembali. Pelit? Entahlah. Saat itu, ada seseorang yang kebetulan lewat dan lalu membantunya. Selang beberapa saat, mereka berhasil menemukan dan mengambil uang 2 dolar Hongkong tersebut.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSebagai rasa terima kasih, Li Kah Shing memberikan hadiah kepada orang yang telah membantunya tersebut, berupa uang sebesar 100 dolar Hongkong atau Rp. 177,400! Sama seperti anda, orang tersebut pun merasa heran dan bertanya kepada Li, mengapa diberi 100 dolar Hongkong, jauh lebih besar daripada uang koin yang hilang dan telah ditemukannya tadi?&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nLi Kah Shing berkata, &#8221; jika 2 dolar tadi tidak ditemukan, hilang terkubur di dalam selokan, maka uang itu sama sekali tidak beredar lagi. Namun, 100 dolar yang saya berikan kepada anda ini akan masuk ke pasaran. Saya pun bisa mendapatkan 100 dolar lagi atau lebih banyak lagi.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nBegitulah para pengusaha, memaknai nilai uang. Mereka menghargai nilai uang seberapapun itu. Maka anda yang hidupnya biasa-biasa saja, tidak usahlah sok gaya-gayaan dengan berlaga menyapu uang. Hanya pamer biar beken di dunia maya, padahal dialam nyatanya meringis karena kebanyakan gaya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSemoga kisah di atas dapat menyadarkan anda, betapa berharganya uang meskipun itu hanya keping recehan. Selamat berlebaran, bagi yang punya hutang bayar dulu hutangnya jangan gaya-gayaan berlibur ke sana kemari lalu dipamerkan ke sosial media mana-mana, sementara hutang tidak dibayar bayar. Sedangkan yang pinjemin uang cuma bisa ngelus dada, meringis pantengin HP lihat kelakuan yang minjem uang, tapi gak pernah mau bayar.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-oghadCU94LY\/XGVZRRUeZ-I\/AAAAAAAADnA\/jnNNOPws_ocgZT01OGZmfFM_oAjjW46gQCLcBGAs\/s1600\/IMG_1550133870221.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"1600\" data-original-width=\"1600\" height=\"320\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-oghadCU94LY\/XGVZRRUeZ-I\/AAAAAAAADnA\/jnNNOPws_ocgZT01OGZmfFM_oAjjW46gQCLcBGAs\/s320\/IMG_1550133870221.png\" width=\"320\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Belakangan ini khususnya sebelum THR lebaran, banyak meme atau bahkan video tentang membagi-bagikan uang atau malah menyapu uang yang nilainya tidak kecil. Uang lembaran berwarna biru dan merah, seolah uang itu tidak ada harganya. Entah ingin mencari sensasi demi terkenal di dunia maya atau mungkin korban Tik Tok.&nbsp; Saya yakin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=149"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/149\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=149"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=149"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=149"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}