{"id":161,"date":"2017-07-20T14:41:00","date_gmt":"2017-07-20T14:41:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2017\/07\/20\/awas-bisnis-bisa-bubar-gara-gara-kepemilikan-tunggal\/"},"modified":"2017-07-20T14:41:00","modified_gmt":"2017-07-20T14:41:00","slug":"awas-bisnis-bisa-bubar-gara-gara-kepemilikan-tunggal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2017\/07\/20\/awas-bisnis-bisa-bubar-gara-gara-kepemilikan-tunggal\/","title":{"rendered":"Awas, bisnis bisa bubar gara-gara kepemilikan tunggal."},"content":{"rendered":"<div style=\"line-height: 17.55pt; margin: 0cm; text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-mptivow8ppU\/XzUJKMscMvI\/AAAAAAAAEN8\/sxlHBBkWRVQIUcY0WKV-V8t9iFmwxu4lACLcBGAsYHQ\/s500\/images%2B%25281%2529.jpeg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"405\" data-original-width=\"500\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-mptivow8ppU\/XzUJKMscMvI\/AAAAAAAAEN8\/sxlHBBkWRVQIUcY0WKV-V8t9iFmwxu4lACLcBGAsYHQ\/s0\/images%2B%25281%2529.jpeg\" \/><\/a><\/div>\n<p><span face=\"\" style=\"color: #333333; font-family: verdana, sans-serif; font-size: 10pt;\"><br \/><\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 17.55pt; margin: 0cm; text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<a href=\"https:\/\/www.blogger.com\/null\" style=\"clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;\"><\/a><span face=\"\" style=\"color: #333333; font-family: verdana, sans-serif; font-size: 10pt;\">Kebanyakan<br \/>\n bisnis, khususnya bisnis keluarga didaftarkan sebagai perusahaan<br \/>\nkepemilikan tunggal oleh orang yang mendirikannya. Status kepemilikan<br \/>\ntunggal ini ternyata menyimpan masalah besar di kemudian hari.<br \/>\nSetidaknya itulah yang diungkapkan oleh Nurlela Zubir dalam bukunya yang<br \/>\n berjudul <a href=\"http:\/\/callbuku.blogspot.com\/2017\/02\/familionaire-berbagi-pengalaman.html\">Famillionaire!<\/a><br \/>\n Yang diterbitkan oleh Penerbit Hikmah (kelompok Mizan).&nbsp; Membiarkan<br \/>\nperusahaan yang sudah berkembang maju untuk terus memiliki status<br \/>\nkepemilikan tunggal dapat berbahaya. Karena hal ini, dapat membuat<br \/>\nperusahaan bubar dengan sendirinya jika pemilik pertamanya meninggal<br \/>\ndunia.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 17.55pt; margin: 0cm 0cm 17.25pt; text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span face=\"\" style=\"color: #333333; font-family: verdana, sans-serif; font-size: 10pt;\">Kenapa<br \/>\n bisa bubar, tak lain karena ketika seorang pemilik tunggal meninggal<br \/>\ndunia, maka semua harta miliknya, termasuk rekening bank atas nama<br \/>\nperusahaannya, akan dibekukan sementara waktu oleh pihak bank. pihak<br \/>\nbank hanya dapat mengizinkan uang masuk ke dalam rekening bisnis itu,<br \/>\ntetapi uang tersebut tidak dapat diambil. Ini jelas masalah serius<br \/>\nkarena bisnis membutuhkan dana untuk beroperasi. Selain itu, apabila<br \/>\npemilik bisnis sebelumnya juga diberi berbagai kemudahan pinjaman modal<br \/>\nberputar oleh bank untuk menjalankan bisnisnya, semua itu juga akan<br \/>\nditarik kembali.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 17.55pt; margin: 0cm 0cm 17.25pt; text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span face=\"\" style=\"color: #333333; font-family: verdana, sans-serif; font-size: 10pt;\">Proses<br \/>\n pengalihan kekuasaan harta warisan oleh pihak pewaris yang diurus oleh<br \/>\npengacara keluarga ataupun peradilan perdata umumnya akan memakan waktu<br \/>\nhamper setahun. Selama pengalihan kekuasaan itu belum selesai, semua<br \/>\nharta warisan tidak dapat diusik.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 17.55pt; margin: 0cm 0cm 17.25pt; text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span face=\"\" style=\"color: #333333; font-family: verdana, sans-serif; font-size: 10pt;\">Bayangkan<br \/>\n betapa buruknya situasi sebuah bisnis kepemilikan tunggal apabila<br \/>\npemiliknya meninggal dunia. Bisnis yang sedang berjalan lancar dengan<br \/>\ntiba-tiba dibubarkan dan tidak dapat berjalan lagi.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 17.55pt; margin: 0cm 0cm 17.25pt; text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span face=\"\" style=\"color: #333333; font-family: verdana, sans-serif; font-size: 10pt;\">Secara<br \/>\n praktis, pengoperasian bisnis masih bisa diteruskan atas nama baru.<br \/>\nBagaimana pun, kontrak-kontrak yang sudah ditandatangi, izin<br \/>\npendaftaran, dan segala urusan yang&nbsp; berkaitan dengannya harus diurus<br \/>\nseperti semula, seperti saat mendirikan bisnis baru.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 17.55pt; margin: 0cm 0cm 17.25pt; text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span face=\"\" style=\"color: #333333; font-family: verdana, sans-serif; font-size: 10pt;\">Karena<br \/>\n itu, Nurlela Zubir, menyarankan agar perusahaan berkepemilikan tunggal<br \/>\nyang sudah berkembang maju sebaiknya diubah statusnya menjadi perseoran<br \/>\nterbatas. Karena, perseoran terbatas adalah entitas bisnis yang lebih<br \/>\naman dibandingkan perusahaan kepemilikan tunggal dan perusahaan firma.<br \/>\nPerusahaan perseroan terbatas tidak seperti perusahaan kepemilikan<br \/>\ntunggal dan perusahaan firma yang harus bubar dengan sendirinya apabila<br \/>\npemiliknya meninggal dunia.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 17.55pt; margin: 0cm 0cm 17.25pt; text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span face=\"\" style=\"color: #333333; font-family: verdana, sans-serif; font-size: 10pt;\">Sebagai<br \/>\n manusia, tidak ada seorang pun yang tahu kapan ajal akan datang.<br \/>\nKematian bisa terjadi setiap saat. Makanya, bagi anda yang masih<br \/>\nmembanggakan diri sebagai pemegang tunggal bisnis anda, sebaiknya<br \/>\nmulailah berpikir akan masa depan bisnis anda.<\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kebanyakan bisnis, khususnya bisnis keluarga didaftarkan sebagai perusahaan kepemilikan tunggal oleh orang yang mendirikannya. Status kepemilikan tunggal ini ternyata menyimpan masalah besar di kemudian hari. Setidaknya itulah yang diungkapkan oleh Nurlela Zubir dalam bukunya yang berjudul Famillionaire! Yang diterbitkan oleh Penerbit Hikmah (kelompok Mizan).&nbsp; Membiarkan perusahaan yang sudah berkembang maju [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=161"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=161"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=161"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=161"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}