{"id":165,"date":"2017-05-18T08:10:00","date_gmt":"2017-05-18T08:10:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2017\/05\/18\/masuk-kapal-selam-secara-langsung-di-monkasel-surabaya\/"},"modified":"2017-05-18T08:10:00","modified_gmt":"2017-05-18T08:10:00","slug":"masuk-kapal-selam-secara-langsung-di-monkasel-surabaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2017\/05\/18\/masuk-kapal-selam-secara-langsung-di-monkasel-surabaya\/","title":{"rendered":"Masuk Kapal Selam secara langsung di Monkasel Surabaya"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-uoQ2xwYtRWA\/WuRsCAH2pSI\/AAAAAAAADNw\/uOUsHRSliU0TViN0HA7bkzbpHDLN1Pv9wCLcBGAs\/s1600\/18556357_1667410163299718_7085919056135490841_n.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"540\" data-original-width=\"960\" height=\"360\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-uoQ2xwYtRWA\/WuRsCAH2pSI\/AAAAAAAADNw\/uOUsHRSliU0TViN0HA7bkzbpHDLN1Pv9wCLcBGAs\/s640\/18556357_1667410163299718_7085919056135490841_n.jpg\" width=\"640\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nApa jadinya sebuah kapal selam ada tepat di tengah-tengah kota? Mungkin anda akan terperangah, seperti saat pertama kalinya saya melihat kapal selam asli ada di tengah kota Surabaya. Karena bentuknya yang mencolok, saat perjalanan di Surabaya saya meminta ojek online yang saya naiki untuk berhenti karena saya memutuskan untuk masuk ke dalamnya.<\/p>\n<p>Monumen kapal selam atau populer dengan sebutan Monkasel Surabaya terletak di jalan pemuda, tepat di tepi kali mas. Harga tiket masuknya murah.<\/p>\n<\/div>\n<p><iframe loading=\"lazy\" allowfullscreen=\"\" frameborder=\"0\" height=\"450\" src=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/embed?pb=!1m18!1m12!1m3!1d3957.78371138758!2d112.74811341477492!3d-7.265437894755706!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!3m3!1m2!1s0x2dd7f9628df520e5%3A0x577443720136fb0b!2sMonumen+Kapal+Selam!5e0!3m2!1sen!2sid!4v1524921405046\" style=\"border: 0;\" width=\"600\"><\/iframe><\/p>\n<p><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nMonumen ini merupakan kapal selam asli milik TNI Angkatan Laut, tipe Whiskey Class buatan Uni Soviet tahun 1952. Memiliki nama KRI Pasoepati dengan nomor lambung 410, kapal selam dengan panjang 76,6 meter, lebar 6,30 itu bisa dimasuki wisatawan. Kapal ini ternyata resmi dimiliki Indonesia pada 29 Januari 1962, setelah didatangkan langsung dari Vladivostok, Uni Soviet.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nDalam masa kejayaannya kapal ini bersama 10 kapal selam dengan jenis yang sama berperan penting untuk pembebasan Irian Barat. Tepatnya ia menjalankan operasi Antareja Jaya Wijaya, dalam pembebasan tersebut.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nPemindahan kapal ini ke Surabaya ternyata bukan perkara mudah. KRI Pasopati harus dipotong menjadi 16 bagian dan selanjutnya dibawa ke area Monkasel kemudian dirakit kembali menjadi sebuah monumen.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nMonkasel di sisi Sungai Kalimas ini disebut-sebut merupakan Monkasel terbesar di kawasan Asia. Bahkan pengelola wisata dan pemandu dari Turis Information Centre Surabaya, Sultan mengatakan yang memiliki museum kapal selam, kurang dari lima negara di dunia.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<b>Isi&nbsp; kapal selam<\/b><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-0kpXJRBBJwk\/WuRsPVzsBCI\/AAAAAAAADN0\/uuz5R8e91AEAG64vTgF1dr5JcuuW8WXKwCLcBGAs\/s1600\/18582074_1667410169966384_1064678161031378247_n.jpg\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"960\" data-original-width=\"540\" height=\"400\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-0kpXJRBBJwk\/WuRsPVzsBCI\/AAAAAAAADN0\/uuz5R8e91AEAG64vTgF1dr5JcuuW8WXKwCLcBGAs\/s400\/18582074_1667410169966384_1064678161031378247_n.jpg\" width=\"225\" \/><\/a><\/div>\n<p><b><br \/><\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nDi monkasel kita bisa masuk ke dalam lambung kapal. Melihat bagian-bagian kapal. Di bagian depan kita masih bisa melihat torpedo yang menjadi senjata utama saat tempur.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nMasuk lebih dalam kita akan melihat bagian ruang kapten, tempat tidur nakhoda kapal yang sangat sederhana. Kebagian selanjutnya ada ruang kendali mesin dan bilik hitung balistik.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSetelah melihat isi kapal selam ini, saya menjadi bangga dengan prajurit TNI AL yang pernah bertugas di kapal selam ini, mereka hidup di ruang terbatas untuk mempertahankan kedaulatan bangsa di awal-awal kemerdekaan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSelain bagian utama kapal selam Pasoepati, di komplek monkasel juga ada ruang film. Di ruang film kita bisa menyaksikan film dokumenter dari perjalanan kapal selam Pasoepati. Pemutaran film ini ada jadwalnya tersendiri.<\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-DqP_cuu-mbQ\/W8r94PsRUlI\/AAAAAAAADas\/ItciGaN2lcMrgcbmqe3i915Y8qeBsw0CQCLcBGAs\/s1600\/IMG-20170517-WA0003.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"607\" data-original-width=\"1080\" height=\"223\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-DqP_cuu-mbQ\/W8r94PsRUlI\/AAAAAAAADas\/ItciGaN2lcMrgcbmqe3i915Y8qeBsw0CQCLcBGAs\/s400\/IMG-20170517-WA0003.jpg\" width=\"400\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nNah melihat kapal selam Pasoepati secara langsung dan melihat film dokumenternya saya jadi tahu satu istilah pahlawan baru, yaitu pahlawan tanpa nisan. Gelar pahlawan tanpa nisan ini disematkan kepada para prajurit TNI AL yang gugur di tengah laut.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nOverall, monkasel adalah destinasi wisata sejarah yang layak anda kunjungi bersama keluarga saat berkunjung ke kota pahlwana Surabaya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSalam<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nAhmad Yunus<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa jadinya sebuah kapal selam ada tepat di tengah-tengah kota? Mungkin anda akan terperangah, seperti saat pertama kalinya saya melihat kapal selam asli ada di tengah kota Surabaya. Karena bentuknya yang mencolok, saat perjalanan di Surabaya saya meminta ojek online yang saya naiki untuk berhenti karena saya memutuskan untuk masuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=165"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/165\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}