{"id":167,"date":"2017-05-16T14:34:00","date_gmt":"2017-05-16T14:34:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2017\/05\/16\/pelanggan-kecewa-dan-pelajaran-berharga-dari-blibli\/"},"modified":"2017-05-16T14:34:00","modified_gmt":"2017-05-16T14:34:00","slug":"pelanggan-kecewa-dan-pelajaran-berharga-dari-blibli","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2017\/05\/16\/pelanggan-kecewa-dan-pelajaran-berharga-dari-blibli\/","title":{"rendered":"Pelanggan kecewa dan pelajaran berharga dari Blibli"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\">\nSatu hal yang paling tidak diinginkan oleh pelanggan yang membeli<br \/>\nsuatu produk adalah dikecewakan oleh penjual. Kekecewaan ini bisa jadi<br \/>\nkarena kualitas produk yang dijual tidak sesuai dengan apa yang<br \/>\nditawarkan. Perlanggan diberlakukan dengan kurang baik dan sebagainya.<br \/>\nTentu ini bisa jadi kerugian pagi penjual, apalagi di era media sosial<br \/>\nseperti ini di mana konsumen yang kecewa tidak segan-segan menumpahkan<br \/>\nkekesalannya kepada penjual, bahkan kata-kata kasar pun bisa terlontar<br \/>\ndari konsumen. Akhirnya jelas, citra merek yang susah payah dibangun<br \/>\njadi tercemar dan rusak.\n<\/div>\n<p><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-Td3pEXHVn_k\/WJ2KcsGBwOI\/AAAAAAAADAo\/5Vua56wrblgumvgNpQfWJh9XmPJJcP5HwCLcB\/s1600\/image014.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"468\" data-original-width=\"624\" height=\"239\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-Td3pEXHVn_k\/WJ2KcsGBwOI\/AAAAAAAADAo\/5Vua56wrblgumvgNpQfWJh9XmPJJcP5HwCLcB\/s320\/image014.jpg\" width=\"320\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<figure style=\"width: 624px;\">\n<div style=\"text-align: center;\">\n<\/div><figcaption style=\"text-align: center;\">Ilustrasi via <a href=\"http:\/\/ilustrasiblog.blogspot.com\/\">ilustrasiblog.blogspot.com<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nRebecca L. Morgan dalam bukunya yang berjudul <a href=\"https:\/\/pustakanus.blogspot.com\/2018\/05\/buku-winning-back-upset-customer.html?m=1\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Winning Back Upset Customer<\/a> mengungkapkan sebuah hasil studi tentang alasan-alasan kenapa<br \/>\npelanggan tidak lagi membeli atau menggunakan jasa sebuah perusahaan.<br \/>\nAlasan-alasan tersebut adalah sebagai berikut:<\/div>\n<p><\/p>\n<table style=\"text-align: justify;\">\n<thead>\n<tr>\n<th><span style=\"color: blue;\">Presentasi<\/span><\/th>\n<th><span style=\"color: blue;\">Alasan<\/span><\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>1%<\/td>\n<td>Meninggal<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>3%<\/td>\n<td>Pindah<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>5%<\/td>\n<td>Minat berubah<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>9%<\/td>\n<td>Karena alasan yang kompetitif<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>15%<\/td>\n<td>Karena produk tidak memuaskan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>68%<\/td>\n<td>Karena mereka diperlakukan kasar, kurang diperhatikan atau diacuhkan<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nMasih dari buku yang sama, Rebecca L. Morgan juga mengungkapkan bahwa<br \/>\n seorang pelanggan yang tidak puas akan menceritakan pengalamannya<br \/>\nkepada 11 orang lainnya, yang masing-masing kemudian akan<br \/>\nmenceritakannya kembali kepada 5 orang lainnya. Sehingga total ada 67<br \/>\norang (yaitu, 1 11 55) yang berpikiran buruk tentang perusahan anda.<br \/>\nBanyak perusahaan hancur atau dirugikan oleh iklan buruk semacam ini.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nJika seorang pelanggan menyampaikan keluhannya, masih ada kemungkinan ia<br \/>\n akan kembali. Menyampaikan keluhan sebenarnya bisa meningkatkan<br \/>\nloyalitas pelanggan. Berapa besar kemungkinan pelangan yang tidak puas<br \/>\nakan kembali jika keluhannya ditanggapi?<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nRebecca L. Mogan memaparkan sebuah hasil survai dari White House National Consumer Survay:<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nPelanggan yang tidak puas yang akan datang lagi kepada anda<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<span style=\"color: #993300;\">Pelanggan yang tidak puas yang akan datang lagi kepada anda<\/span><\/div>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #993300;\">Tidak ada keluhan &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : &nbsp;9% (91% tidak akan kembali)<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #993300;\">Keluhan tidak ditanggapi &nbsp; &nbsp; : 19 % (81 % tidak akan kembali)<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #993300;\">Keluhan ditanggapi &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : 54 % (46 % tidak akan kembali)<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #993300;\">Keluhan ditanggapi segera : 82 % (12 % tidak akan kembali)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><a href=\"https:\/\/www.blogger.com\/null\" style=\"clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;\"><\/a><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nLantas, apa saja yang diingankan oleh pelanggan yang kecewa. Rebecca<br \/>\nL. Morgan memaparkan bahwa para pelanggan yang kecewa mungkin<br \/>\nmenginginkan tanggapan yang bervariasi dari anda, yaitu:<\/div>\n<p><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Diperlakukan dengan serius<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Diperlakukan dengan penuh hormat<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Memperoleh tindak lanjut segera<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Mendapatkan kompensasi \/ restitusi<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Mendapatkan keadilan, siapa yang bersalah ditegur dan &nbsp;atau dihukum<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Menjernihkan masalah, sehingga tidak akan terulang lagi<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Didengarkan<\/li>\n<\/ul>\n<div style=\"clear: both; text-align: justify;\">\n<a href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-JxGunkOmD2A\/WcplbK47W4I\/AAAAAAAADJ4\/l_xq0sIMm8g2_jRVDlKIZhqyA4l8yY7vgCLcBGAs\/s1600\/screenshot_2017-02-18-22-58-19-1.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"800\" data-original-width=\"480\" height=\"320\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-JxGunkOmD2A\/WcplbK47W4I\/AAAAAAAADJ4\/l_xq0sIMm8g2_jRVDlKIZhqyA4l8yY7vgCLcBGAs\/s320\/screenshot_2017-02-18-22-58-19-1.jpg\" width=\"192\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<b>Blibli Lesson<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSaya ingin memberikan satu contoh kasus bagaimana menangani pelanggan yang kecewa. Contohnya adalah pada Blibli.com<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nAkhir tahun lalu saya membeli celana di situs blibli. Seperti biasa<br \/>\nsetelah membayar saya menunggu kiriman datang. Eh ditunggu-tunggu kok<br \/>\nbarang yang dipesan tidak datang-datang. Jujur saja saat itu saya merasa<br \/>\n agak sebal, karena tidak biasanya order datang lebih dari 2 minggu<br \/>\nsetelah pemesanan. Eh tiba-tiba saja pemesanan saya dibatalkan secara<br \/>\notomatis. Saya agak bingung dan mencoba membuat keluhan lewat email ke<br \/>\ncs, bagaimana pun saya sudah bayar, lantas nasib uang saya bagaimana?<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSebelum sempat menulis keluhan, ternyata ada email pemberitahuan pemesanan dibatalkan secara otomatis.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nOh, rupanya stock barang yang saya pesan tidak tersedia. Saya diminta<br \/>\nmengisi data untuk refund. Selain itu saya juga dapat voucher permohonan<br \/>\n maaf sebesar 100.000. kalau kita lihat bahasan dari Rebecca L Morgan<br \/>\nini disebut dengan mendapatkan kompensasi \/ restitusi<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSetelah diisi, beberapa waktu kemudian muncullah pemberitahuan bahwa uang sudah direfund ke rekening saya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<a href=\"http:\/\/i1.wp.com\/kangyunus.web.id\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/screenshot_2017-02-18-22-59-01-1.jpg\"><img decoding=\"async\" alt=\"\" class=\"wp-image-147 alignnone size-full\" src=\"http:\/\/i1.wp.com\/kangyunus.web.id\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/screenshot_2017-02-18-22-59-01-1.jpg?resize=480%2C800\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSatu hal yang masih mengganjal adalah saya beli celana separuhnya dari<br \/>\nvoucher loyalty. Apakah voucher saya juga dikembalikan? Setelah saya cek<br \/>\n email pertama dari Blibli di situ tertulis \u201cdana dan voucher akan<br \/>\ndikembalikan sesuai proporsi.\u201d Berarti ada janji untuk pengembalian<br \/>\nproduk<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nNah saya pun kembali berkirim email untuk memastikan apakah voucher<br \/>\nloyalty saya juga ikut dikembalikan. Sebagai bentuk menagih janji dari<br \/>\nmereka.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<a href=\"http:\/\/i2.wp.com\/kangyunus.web.id\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/screenshot_2017-02-18-23-00-26-1.jpg\"><img decoding=\"async\" alt=\"\" class=\"wp-image-148 alignnone size-full\" src=\"http:\/\/i2.wp.com\/kangyunus.web.id\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/screenshot_2017-02-18-23-00-26-1.jpg?resize=480%2C800\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nBeberapa hari kemudian muncullah email pemberitahuan bahwa voucher<br \/>\nloyalty saya dikembalikan. Mereka menepati janji dan saya bisa belanja<br \/>\nkembali.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSebagai salah satu pemilik usaha, jujur saya sangat senang dengan apa<br \/>\napa yang sudah dilakukan oleh Blibli. Saya sendiri di usaha yang saya<br \/>\nlakoni belum sampai seprti mereka. Respon mereka cepat, bahkan sebelum<br \/>\nsaya sempat menuliskan keluhan mereka sudah memberitahukan masalah yang<br \/>\nterjadi, memberikan kompensasi berupa voucher permohonan maaf, dan<br \/>\nmengembalikan voucher loyalty saya. Setidaknya inilah pelajaran yang<br \/>\nsaya dapatkan, dan saya sendiri berkomitmen semoga bisa mencontoh mereka<br \/>\n dalam melayani pelanggan di <a href=\"http:\/\/nusfeed.id\/\">nusfeed.id<\/a>, siapapun pelanggan kami.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nReferensi:<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nRebecca L. Morgan. 2007. Winning Back Upset Customer. Jakarta: Penerbit PPM<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Satu hal yang paling tidak diinginkan oleh pelanggan yang membeli suatu produk adalah dikecewakan oleh penjual. Kekecewaan ini bisa jadi karena kualitas produk yang dijual tidak sesuai dengan apa yang ditawarkan. Perlanggan diberlakukan dengan kurang baik dan sebagainya. Tentu ini bisa jadi kerugian pagi penjual, apalagi di era media sosial [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=167"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=167"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=167"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=167"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}