{"id":174,"date":"2017-02-02T14:19:00","date_gmt":"2017-02-02T14:19:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2017\/02\/02\/dari-kube-ke-koperasi-kisah-sekses-pemberdayaan-fakir-miskin-oleh-koperasi-mitra-mandiri-sejahtera\/"},"modified":"2017-02-02T14:19:00","modified_gmt":"2017-02-02T14:19:00","slug":"dari-kube-ke-koperasi-kisah-sekses-pemberdayaan-fakir-miskin-oleh-koperasi-mitra-mandiri-sejahtera","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2017\/02\/02\/dari-kube-ke-koperasi-kisah-sekses-pemberdayaan-fakir-miskin-oleh-koperasi-mitra-mandiri-sejahtera\/","title":{"rendered":"Dari Kube Ke Koperasi, Kisah sekses pemberdayaan fakir miskin oleh Koperasi Mitra Mandiri Sejahtera"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"https:\/\/www.blogger.com\/null\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"><\/a><\/div>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\">\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><a href=\"http:\/\/i1.wp.com\/assets.kompas.com\/data\/photo\/2013\/10\/28\/2055178Sukmariah1780x390.JPG\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"200\" src=\"http:\/\/i1.wp.com\/assets.kompas.com\/data\/photo\/2013\/10\/28\/2055178Sukmariah1780x390.JPG?resize=400%2C200\" width=\"400\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Ibu Sukmariah dan anggota koperasi (sumber gambar: Kompas.com)<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKemiskinan merupakan masalah utama<br \/>\nNegara berkembang, termasuk Indonesia. Jumlah penduduk miskin di<br \/>\nIndonesia jumlahnya sangat banyak, berdasarkan data BPS hasil sensus<br \/>\npenduduk, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2012 mencapai<br \/>\nangka 29,13 juta jiwa (11,96%) dari jumlah penduduk Indonesia yang<br \/>\ntersebar di seluruh wilayah Indonesia.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKemiskinan itu sendiri adalah kondisi<br \/>\nsosial ekonomi warga masyarakat yang tidak mempunyai kemampuan dalam<br \/>\nmemenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi kemanusiaan. Sedangkan fakir<br \/>\nmiskin adalah orang yang sama sekali tidak mempunyai sumber mata<br \/>\npencaharian dan tidak mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan pokok yang<br \/>\nlayak bagi kemanusiaan atau orang yang mempunyai sumber mata pencaharian<br \/>\n tetapi tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi kemanusiaan<br \/>\n (PPNO.42 TAHUN 1981 ).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSalah satu program pemberdayaan<br \/>\nmasyarakat fakir miskin di perdesaan oleh pemerintah dituangkan dalam<br \/>\nsuatu program Penanggulangan Kemiskinan Perdesaan, yaitu Kebijakan,<br \/>\nprogram dan kegiatan yang dilakukan terhadap orang, keluarga, kelompok<br \/>\ndan atau masyarakat yang tidak mempunyai atau mempunyai sumber mata<br \/>\npencaharian dan tidak dapat memenuhi kebutuhan yang layak bagi<br \/>\nkemanusiaan di perdesaan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKegiatan yang dilaksanakan dalam<br \/>\nbantuan pemberian fasilitas ekonomi atau bantuan modal usaha yang<br \/>\ndisalurkan kepada fakir miskin dengan pendekatan kelompok usaha bersama.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKelompok Usaha Bersama (KUBE) adalah<br \/>\nHimpunan dari keluarga yang tergolong masyarakat miskin yang dibentuk,<br \/>\ntumbuh dan berkembang, saling berinteraksi antara satu dengan lain, dan<br \/>\ntinggal dalam satuan wilayah tertentu dengan tujuan untuk meningkatkan<br \/>\nproduktifitas anggotanya, relasi sosial yang harmonis, memenuhi sosial<br \/>\nyang dialaminya dan menjadi wadah pengembangan usaha bersama.dengan<br \/>\njumlah anggota 10 orang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Bantuan usaha ekonomi produktif<br \/>\nmelalui KUBE bertujuan untuk meningkatkan motivasi untuk lebih maju,<br \/>\nmeningkatkan interaksi dan kerjasama dalam kelompok, mendayagunakan<br \/>\npotensi dan sumber sosial ekonomi di tingkat lokal, memperkuat budaya<br \/>\nkewirausahaa , mengembangkan akses pasar dan menjalin kemitraan sosial<br \/>\nekonomi dengan berbagai pihak yang terkait. Kegiatan usaha sosial<br \/>\nekonomi produktif yang dikembangkan meliputi berbagai bidang seperti<br \/>\npertanian, peternakan, perikanan, jasa, garmen, warung rumahan, dan<br \/>\nkegiatan ekonomi lainnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKUBE Mitra Mandiri Sejahtera<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKube Mitra Mandiri Sejahtera berdiri<br \/>\nsejak tahun 2010 di desa Munjul Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang<br \/>\ndengan penggagas ibu Sukmariyah. Berawal dari rasa keprihatinan atas<br \/>\nkondisi masyarakat di desa tempat ibu Sukmariyah tinggal akibat sulitnya<br \/>\n mendapatkan modal usaha dan tingginya tingkat pengangguran, membuat<br \/>\nwanita 32 tahun ini bercita-cita untuk ambil bagian dalam membantu<br \/>\nmengatasi masalah tersebut.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nDengan modal awal sebesar 5 juta<br \/>\nrupiah, dana yang berhasil ia kumpulkan dari teman-temannya yang<br \/>\nsepemikiran, Sukmariah mengelola dana tersebut untuk membantu mereka<br \/>\nyang membutuhkan. Pada Maret 2010 akhirnya Sukmariyah dipertemukan<br \/>\ndengan program KUBE (Kelompok Usaha Bersama) dari Kementerian<br \/>\nSosial.Program ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok masyarakat<br \/>\nmiskin dengan pemberian modal usaha melalui program Bantuan Langsung<br \/>\nPemberdayaan Sosial (BLPS) untuk mengelola Usaha Ekonomi Produktif<br \/>\n(UEP).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nPemikirannya bahwa sebuah usaha harus<br \/>\nmemiliki modal, maka dengan dana bantuan tersebut dirinya mendirikan BMT<br \/>\n Mitra Mandiri Sejahtera yaitu sebuah koperasi simpan pinjam dan binaan.<br \/>\n Bantuan sebesar 30 juta dikelolanya dengan membeli 8 mesin jahit dan<br \/>\nsisanya digulirkan untuk membantu usaha-usaha kecil masyarakat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKoperasi yang didirikan pada tanggal<br \/>\n20 April 2011, selain memberikan pinjaman modal kepada masyarakat juga<br \/>\nmemberikan pembekalan ilmu keterampilan seperti menjahit, pembuatan<br \/>\nsepatu, dan lain-lain.Dalam menjalankan koperasi tersebut ada beberapa<br \/>\npihak yang membantu seperti donatur individual yaitu orang yang pernah<br \/>\nmenjadi anggota koperasi dan menabung, Dinas Sosial, Dinas KMUKM serta<br \/>\nDinas Perindustrian dan Perdagangan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nInovasi yang dilakukan oleh pendiri<br \/>\nkube Mitra Mandiri Sejahtera ini menjadi contoh yang unik bagi<br \/>\nperkembangan Kube. Di mana biasanya kube mapan bergabung dengan kube<br \/>\nmapan lainnya sampai berjumlah minimal lima kelompok kube baru membuat<br \/>\nLKM, bu Sukmariyah dengan Kubenya malah terbalik. Satu kube mendirikan<br \/>\nLKM dengan merekrut orang diluar kube untuk bergabung menjadi<br \/>\nanggota.LKM ini bernama BMT Mitra Mandiri Sejahtera. Sifat kemandirian<br \/>\nini justru mendorong perkembangan kube manjadi lebih cepat dibanding<br \/>\ndengan kube-kube yang bergantung kepada dana hibah pemerintah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<b>Pola Bapak Asuh LKM MItra Mandiri Sejahtera<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nPola bapak asuh yang dikembangkan oleh<br \/>\n LKM Mitra Mandiri Sejahtera ini adalah dengan membuat kelompok-kelompok<br \/>\n binaan baru yang mereka didik dan diberifasilitasi bantuan serta order.<br \/>\n Pola bapak asuh ini pada LKM Mitra Mandiri Sejahtera dinamakan dengan<br \/>\nprogram \u201dGerakan Sukes\u201d (Sahabat Usaha Kecil Segera Sejahtera).<br \/>\nTahapan-tahapan pola asuh \u201cGerakan Sukses\u201d yang dikembangkan oleh LKM<br \/>\nMitra Mandiri Sejahtera adalah Sebagai Berikut:<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n1. Indentifikasi calon binaan. Calon<br \/>\nbinaan berasal dari desa Munjul dan luar desa. Calon binaan yang<br \/>\nkebanyakan ibu-ibu ini ada yang datang langsung maupun tersaring dari<br \/>\nproses sosialisasi program ke berbdagai wilayah di kabupaten Tangerang.<br \/>\nSetelah calon binaan tersaring, mereka diberikan pengarahan umum tentang<br \/>\n usaha jahit.Mereka pun dibina lebih lanjut untuk penguatan mental usaha<br \/>\n dan peningkatan minat usaha dengan motivasi.Setelah mental calon binaan<br \/>\n terbentuk.Maka tahapan selanjutnya adalah pemberian lifeskill.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n2. pemberian lifeskill kepada calon<br \/>\nbinaan ini dilakukan dengan kursus menjahit secara gratis selama satu<br \/>\nbulan. Calon binaan hanya diajarkan menjahit di LKM Mitra Mandiri<br \/>\nSejahtera sampai mereka bisa. Setelah calon binaan bisa menjahit, maka<br \/>\nakan masuk ke tahapan usaha ekonomi produktif.<\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<div>\n<a href=\"http:\/\/i0.wp.com\/2.bp.blogspot.com\/-smOFuJzJVP4\/WIhLL8NHkpI\/AAAAAAAAC1s\/vy-MJdNl-z0JkgS2EfzmuiMBVKaWEazLQCPcB\/s1600\/image023.jpg?ssl=1\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"240\" src=\"http:\/\/i2.wp.com\/2.bp.blogspot.com\/-smOFuJzJVP4\/WIhLL8NHkpI\/AAAAAAAAC1s\/vy-MJdNl-z0JkgS2EfzmuiMBVKaWEazLQCPcB\/s320\/image023.jpg?resize=320%2C240&amp;ssl=1\" width=\"320\" \/><\/a><\/div>\n<div>\nKursus Menjahit Gratis Bagi Ibu-ibu<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n3. Calon binaan ini dibagi kedalam dua<br \/>\n katagori berdasarkan keadaan ekonominya, yaitu orang dengan keadaan<br \/>\nekonomi mampu dan tidak mampu. Calon binaan yang mampu diberikan<br \/>\nfasilitas pengajuan peminjaman mesin lewat LKM Mitra Mandiri Sejahtera<br \/>\ndengan cara pembayaran selama delapan bulan atau dengan potong order.<br \/>\nSedangkan untuk katagori tidak mampu, calon binaan mendapatkan penawaran<br \/>\n mesin, mesin ini diberikan kepada calon binaan, mesin ini berasal dari<br \/>\nKube Mitra Mandiri Sejahtera. Cara pembayaran mesin ini dipotong order<br \/>\nsesuai dengan kesepakatan bersama dengan tidak ada jangka waktu<br \/>\ntertentu, karena disesuaikan dengan penghasilan. Misalkan, dalam<br \/>\nseminggu binaan diberikan order sebesar 200.000, dari keuntungan yang<br \/>\ndidapat ia mencicil sesuai kemampuannya sebesar 20.000, terus seperti<br \/>\nitu sampai lunas. Selain mesin, binaan juga dibantu dalam pencarian<br \/>\norder, di &nbsp;mana pihak LKM Mitra Mandiri Sejahtera berperan sebagai<br \/>\npemasaran sedangkan binaan sebagai produsen jahit.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n4. Cakupan pemberdayaan yang dilakukan<br \/>\n oleh koperasi Mitra Mandiri Sejahtera pada perkembangannya tidak hanya<br \/>\nberhenti pada konvensi, tapi juga merambah pada bidang-bidang lain<br \/>\nseperti peternak lele dsb.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n5. Selain masalah ekonomi, LKM dan<br \/>\nKube Mitra Mandiri Sejahtera juga berkerja sama dengan LK3 (Lembaga<br \/>\nKonsultasi Kesejahteraan Keluarga) sebagai tempat konsultasi binaan dan<br \/>\nmasyarakat untuk konsultasi mengenai masalh kesejahteraan keluarga yang<br \/>\ndihadapi dan dicarikan solusi penyelesaiannya. Seperti anak putus<br \/>\nsekolah yang dicarikan solusinya dengan dikirim ke panti asuhan Bampu<br \/>\nApus untuk belajar kewirausahaan selama 6 bulan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nDampak bagi Masyarakat dan Lingkungan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nDampak adanya usaha ekonomi produktif<br \/>\nkube Mitra Mandiri Sejahtera yang berkembang menjadi LKM simpan pinjam<br \/>\ntersebut manfaat telah dirasakan masyarakat seperti 100 pengusaha kecil,<br \/>\n 190 fakir miskin, 30 penjahit konveksi, 13 anak terlantar serta 20<br \/>\nibu-ibu yang telah diberikan pelatihan gratis menjahit.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSetidaknya apa yang dilakukan oleh ibu<br \/>\n Sukmariyah dengan koperasinya merupakan sebuah inovasi daerah yang<br \/>\ndapat menjadi kabar baik untuk Indonesia dan dapat juga dijadikan sumber<br \/>\n inspirasi bagi banyak pihak untuk melakukan pemberdayaan fakir miskin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nReferensi<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nDirektorat Penanggulangan Kemiskinan<br \/>\nPerdesaan. 2012. Grand Design Penanggulangan Kemiskinan Perdesaan.<br \/>\nJakarta: Direktorat Penanggulangan Kemiskinan Perdesaan Kementrian<br \/>\nSosial.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nWawancara dengan Ibu Sukmariyah pada awal agustus.<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ibu Sukmariah dan anggota koperasi (sumber gambar: Kompas.com) Kemiskinan merupakan masalah utama Negara berkembang, termasuk Indonesia. Jumlah penduduk miskin di Indonesia jumlahnya sangat banyak, berdasarkan data BPS hasil sensus penduduk, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2012 mencapai angka 29,13 juta jiwa (11,96%) dari jumlah penduduk Indonesia yang tersebar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/174"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=174"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/174\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=174"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=174"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=174"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}