{"id":181,"date":"2017-01-03T15:18:00","date_gmt":"2017-01-03T15:18:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2017\/01\/03\/konsep-business-model-canvas-dari-buku-business-model-generation\/"},"modified":"2024-01-15T07:30:30","modified_gmt":"2024-01-15T07:30:30","slug":"konsep-business-model-canvas-dari-buku-business-model-generation","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2017\/01\/03\/konsep-business-model-canvas-dari-buku-business-model-generation\/","title":{"rendered":"Konsep Business Model Canvas dari buku Business Model Generation"},"content":{"rendered":"<h1><\/h1>\n<blockquote style=\"text-align: justify;\"><p>\u201cModel bisnis ibarat cetak biru sebuah strategi yang diterapkan melalui struktur organisasi, proses, dan sistem\u201d Alexander Osterwalder dan Yves<br \/>\nPigneur (hal 15)<\/p><\/blockquote>\n<div style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/www.blogger.com\/null\" style=\"clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;\"><\/a>Bagi anda yang ingin memulai usaha atau yang ingin menata kembali model bisnis dari usaha yang sudah ada, buku karya \u00a0Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur berjudul <em><strong>Business Model Generation<\/strong><\/em> bisa jadi bahan penting. Buku terbitan Elex Media Komputindo yang tebalnya lebih dari 270 lembar tersebut memaparkan tentang cara inovatif untuk mendesain sebuah model bisnis, dilengkapi juga dengan contoh-contoh menarik dari berbagai perusahaan besar di dunia.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Salah satu yang paling fenomenal dari buku laris ini adalah konsep <b><i>Business Model Canvas<\/i><\/b> (selanjutnya disingkat BMC), yaitu model bisnis dengan 9 blok bangunan. Penulis buku ini mengatakan bahwa mereka yakin model bisnis dapat dijelaskan \u00a0dengan sangat baik melalui Sembilan blok bangunan dasar yang memperlihatkan cara berpikir tentang bagaimana sebuah perusahaan menghasilkan uang. Kesembilan blok tersebut mencakup empat bidang utama dalam suatu bisnis, yaitu pelanggan, penawaran, infrastruktur, dan kelangsungan finansial.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">9 blok bangunan Business Model Canvas<\/h3>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kesembilan blok bangunan dari BMC ini adalah sebagai berikut:<\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-a1gG23NRcsc\/WIa8hT4Z2tI\/AAAAAAAACzo\/0o7WBLlz0pUAG_ub8seROkPEUd0Jmt42ACPcBGAYYCw\/s616\/Screenshot_2016-01-02-12-51-04_1.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"616\" data-original-width=\"480\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-a1gG23NRcsc\/WIa8hT4Z2tI\/AAAAAAAACzo\/0o7WBLlz0pUAG_ub8seROkPEUd0Jmt42ACPcBGAYYCw\/s0\/Screenshot_2016-01-02-12-51-04_1.jpg\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">1. <b>Customer Segment<\/b>.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Blok bangunan segmen pelanggan menggambarkan sekelompok orang atau organisasi berbeda yang ingin dijangkau atau dilayani oleh perusahaan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">2. <b>Value Propositions<\/b>.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Blok bangunan preposisi nilai menggambarkan gabungan antara produk dan layanan yang menciptakan nilai untuk segmen pelanggan spesifik.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">3. <b>Channels<\/b>.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Blok bangunan saluran menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan berkomunikasi dengan segmen pelanggannya dan menjangkau mereka untuk memberikan preposisi nilai yang ditawarkan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">4. <b>Customer relationships<\/b>.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Balok bangunan hubungan pelanggan menggambarkan berbagai jenis hubungan yang dibanguan perusahaan bersama segmen pelanggan spesifik.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">5. <b>Revenue streams<\/b>.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Blok bangunan arus pendapatan menggambarkan uang tunai yang dihasilkan dari masing-masing segmen pelanggan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">6. <b>Key resources<\/b>.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Blok bangunan sumber daya utama menggambarkan asset-aset terpenting yang diperlukan agar sebuah model bisnis dapat berfungsi. \u00a0Sumber daya utama yang dibahas meliputi: Fisik, intelektual, manusia, dan financial.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">7. <b>Key activities<\/b>.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Blok bangunan aktivitas kunci menggambarkan hal-hal terpenting yang harus dilakukan perusahaan agar model bisnisnya dapat bekerja. Aktivitas-aktivitas kunci dikatagorikan sebagai berikut: produksi, pemecahan masalah, platform\/jaringan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">8. <b>Key partnership<\/b>.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Blok bangunan kemitraan utama menggambarkan jaringan pemasok dan mitra yang membuat model bisnis dapat bekerja. Setidaknya ada empat jenis kemitraan yang berbeda, yaitu aliansi strategis antara non-pesaing, coopetition (kemitraan stategis antarpesaing), usaha patungan untuk mengembangkan bisnis baru, dan hubungan pembeli-pemasok untuk menjamin pasokan yang dapat diandalkan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">9. <b>Cost structure<\/b>.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Blok bangunan sturktur biaya menggambarkan semua biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan model bisnis. Struktur biaya model bisnis dibedakan menjadi dua kelas, yaitu yang terpacu biaya (cost-driven) dan terpacu nilai (value-driven). Model bisnis terpacu biaya berfokus pada peminimalan biaya, sementara model bisnis terpacu nilai kurang peduli terhadap implikasi biaya desain model tertentu dan berfokus pada penciptaan nilai. Sedangkan karakteristik struktur biaya adalah biaya tetap, biaya variable, skala ekonomi, dan lingkup ekonomi.<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tulisan selanjutnya adalah <a href=\"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2017\/01\/10\/pola-model-bisnis-unbundling-dan-long-tail\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b><i>pola model bisnis unbundling dan long tail<\/i><\/b><\/a>.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">lihat juga artikel<\/p>\n<pre><a href=\"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2017\/01\/25\/aplikasi-pembuat-business-model-canvas-di-hp-android\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Aplikasi Pembuat Business Model Canvas di HP Android<\/a><\/pre>\n<\/div>\n<div><a href=\"http:\/\/kangyunus.web.id\/2017\/01\/konsep-business-model-canvas-dari-buku-business-model-generation\/#\" target=\"_blank\" title=\"Lagi...\" rel=\"noopener\"><\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cModel bisnis ibarat cetak biru sebuah strategi yang diterapkan melalui struktur organisasi, proses, dan sistem\u201d Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur (hal 15) Bagi anda yang ingin memulai usaha atau yang ingin menata kembali model bisnis dari usaha yang sudah ada, buku karya \u00a0Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur berjudul Business Model [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=181"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":303,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181\/revisions\/303"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=181"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=181"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=181"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}