{"id":186,"date":"2016-10-27T03:47:00","date_gmt":"2016-10-27T03:47:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2016\/10\/27\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\/"},"modified":"2016-10-27T03:47:00","modified_gmt":"2016-10-27T03:47:00","slug":"pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2016\/10\/27\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\/","title":{"rendered":"Pentingnya kurikulum pendidikan kebencanaan"},"content":{"rendered":"<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<\/div>\n<p><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<\/div>\n<p><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-vkH9kA-gmZU\/XbTtCUjICyI\/AAAAAAAAD9Q\/mPOpUMqq_XELpJLSlIRJXr51FWOpbe1jwCLcBGAsYHQ\/s1600\/IMG_20191027_075503.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"1600\" data-original-width=\"1200\" height=\"320\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-vkH9kA-gmZU\/XbTtCUjICyI\/AAAAAAAAD9Q\/mPOpUMqq_XELpJLSlIRJXr51FWOpbe1jwCLcBGAsYHQ\/s320\/IMG_20191027_075503.jpg\" width=\"240\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nIndonesia secara geografis terletak dalam zona yang rawan dan berpotensi bencana. Negara kita terletak dalam zona cincin api Pasifik (Pacific Ring of fire) di dunia yang artinya rawan gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami. Selain itu ada juga bencana seperti banjir, longsor. Ini mengindikasikan kalau kita butuh pengetahuan lebih tentang potensi bencana dan cara hidup yang bisa meminimalkan dampak kerusakan dari bencana yang mengancam.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKegiatan pengurangan resiko bencana sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana harus terintegrasi ke dalam program pembangunan termasuk ke sektor pendidikan. Ditegaskan pula dalam undang-undang tersebut bahwa pendidikan menjadi salah satu faktor penentu dalam kegiatan pengurangan risiko bencana.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKetua umum himpunan pengembangan kurikulum Indonesia, Hamid Hasan mengatakan, salah satu upaya penanggulangan bencana yang penting adalah pendidikan kebencanaan sejak dini. Menurut dia, masyarakat harus disadarkan bahwa mereka hidup di lingkungan alam yang rawan bencana alam seperti gempa, letusan gunung api, tsunami, dan tanah longsor.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nAkan tetapi pendidikan kebencanaan ini belum masuk ke dalam kurikulum pendidikan kita. Pengalaman penulis sendiri saat menjadi siswa sekolah cuma mengikuti 1 kali pendidikan kebencanaan yaitu sosialisasi dan pemahaman bencana gempa bumi dan tsunami di Provinsi Banten dan Lampung pada tahun 2005. Itupun sebagai utusan sekolah yang terdiri dari 2 orang dan yang mengadakan adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bukan kementerian pendidikan nasional atau Badan Nasional penanggulangan bencana.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nPada acara tersebut perumusan bencana tidak dimasukkan ke dalam kurikulum inti pengajaran, pengajaran geografi khususnya, tetapi menjadi materi pengayaan. Jadi lebih dititikberatkan pada usaha kreatif guru untuk memasukkan materi tentang bencana pada materi pelajaran di kelas. Sudah saatnya metode tersebut diubah. Pendidikan kebencanaan akan lebih baik apabila dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan kita, bukan lagi dijadikan materi pengayaan. Mengingat bencana begitu akrab Mengapa kehidupan kita.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSebagai contoh pendidikan kebencanaan sudah dilakukan oleh masyarakat lokal misalnya di Kepulauan Simeuleu Sumatera Utara. Para tetua di Simeuleu mewariskan petuah agar waspada dengan kegentingan lingkungan. Petuah itu abadi dan diwariskan dari generasi ke generasi. Hampir semua warga, mulai dari anak SD hingga tertua di pulau itu tahu persis bahwa jika terjadi gempa, mereka menunggu lebih dulu untuk melihat air surut dan setelah itu memutuskan lari ke gunung untuk menghindar dari smong (dalam bahasa Simeulue berarti tsunami).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKenapa pendidikan yang lebih modern tidak mau mencontoh kearifan lokal seperti itu? Sudah waktunya pendidikan kebencanaan masuk dalam kurikulum. Sekolah-sekolah Indonesia sudah Seharusnya juga mengajari anak-anak didik untuk hidup harmonis bersama alam. Dengan pengetahuan lingkungan yang kuat, anak-anak Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan potensi alam untuk kesejahteraan serta menjaga alam sebaik-baiknya guna mencegah terjadinya bencana atau kerugian yang lebih besar dari fenomena alam.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nAhmad Yunus.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\ncatatan penulis, tulisan ini dimuat di koran Seputar Indonesia 9 November&nbsp; 2009.<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia secara geografis terletak dalam zona yang rawan dan berpotensi bencana. Negara kita terletak dalam zona cincin api Pasifik (Pacific Ring of fire) di dunia yang artinya rawan gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami. Selain itu ada juga bencana seperti banjir, longsor. Ini mengindikasikan kalau kita butuh pengetahuan lebih tentang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-186","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tulisan-di-media-massa"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 4.9.8 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"Indonesia secara geografis terletak dalam zona yang rawan dan berpotensi bencana. Negara kita terletak dalam zona cincin api Pasifik (Pacific Ring of fire) di dunia yang artinya rawan gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami. Selain itu ada juga bencana seperti banjir, longsor. Ini mengindikasikan kalau kita butuh pengetahuan lebih tentang potensi bencana dan cara hidup\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Ahmad Yunus\"\/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2016\/10\/27\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 4.9.8\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"ahmadyunussukardi.my.id - Website Pribadi Ahmad Yunus Sukardi\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Pentingnya kurikulum pendidikan kebencanaan - ahmadyunussukardi.my.id\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"Indonesia secara geografis terletak dalam zona yang rawan dan berpotensi bencana. Negara kita terletak dalam zona cincin api Pasifik (Pacific Ring of fire) di dunia yang artinya rawan gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami. Selain itu ada juga bencana seperti banjir, longsor. Ini mengindikasikan kalau kita butuh pengetahuan lebih tentang potensi bencana dan cara hidup\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2016\/10\/27\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-10-27T03:47:00+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2016-10-27T03:47:00+00:00\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Pentingnya kurikulum pendidikan kebencanaan - ahmadyunussukardi.my.id\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"Indonesia secara geografis terletak dalam zona yang rawan dan berpotensi bencana. Negara kita terletak dalam zona cincin api Pasifik (Pacific Ring of fire) di dunia yang artinya rawan gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami. Selain itu ada juga bencana seperti banjir, longsor. Ini mengindikasikan kalau kita butuh pengetahuan lebih tentang potensi bencana dan cara hidup\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\\\/index.php\\\/2016\\\/10\\\/27\\\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\\\/#blogposting\",\"name\":\"Pentingnya kurikulum pendidikan kebencanaan - ahmadyunussukardi.my.id\",\"headline\":\"Pentingnya kurikulum pendidikan kebencanaan\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\\\/index.php\\\/author\\\/ahmad-yunus\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\\\/#person\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/1.bp.blogspot.com\\\/-vkH9kA-gmZU\\\/XbTtCUjICyI\\\/AAAAAAAAD9Q\\\/mPOpUMqq_XELpJLSlIRJXr51FWOpbe1jwCLcBGAsYHQ\\\/s320\\\/IMG_20191027_075503.jpg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\\\/index.php\\\/2016\\\/10\\\/27\\\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\\\/#articleImage\"},\"datePublished\":\"2016-10-27T03:47:00+00:00\",\"dateModified\":\"2016-10-27T03:47:00+00:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\\\/index.php\\\/2016\\\/10\\\/27\\\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\\\/index.php\\\/2016\\\/10\\\/27\\\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Tulisan di Media massa\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\\\/index.php\\\/2016\\\/10\\\/27\\\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\\\/index.php\\\/category\\\/tulisan-di-media-massa\\\/#listItem\",\"name\":\"Tulisan di Media massa\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\\\/index.php\\\/category\\\/tulisan-di-media-massa\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tulisan di Media massa\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\\\/index.php\\\/category\\\/tulisan-di-media-massa\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\\\/index.php\\\/2016\\\/10\\\/27\\\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\\\/#listItem\",\"name\":\"Pentingnya kurikulum pendidikan kebencanaan\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\\\/index.php\\\/2016\\\/10\\\/27\\\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Pentingnya kurikulum pendidikan kebencanaan\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\\\/index.php\\\/category\\\/tulisan-di-media-massa\\\/#listItem\",\"name\":\"Tulisan di Media massa\"}}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\\\/index.php\\\/author\\\/ahmad-yunus\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\\\/index.php\\\/author\\\/ahmad-yunus\\\/\",\"name\":\"Ahmad Yunus\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\\\/index.php\\\/2016\\\/10\\\/27\\\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\\\/index.php\\\/2016\\\/10\\\/27\\\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\\\/\",\"name\":\"Pentingnya kurikulum pendidikan kebencanaan - ahmadyunussukardi.my.id\",\"description\":\"Indonesia secara geografis terletak dalam zona yang rawan dan berpotensi bencana. Negara kita terletak dalam zona cincin api Pasifik (Pacific Ring of fire) di dunia yang artinya rawan gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami. Selain itu ada juga bencana seperti banjir, longsor. Ini mengindikasikan kalau kita butuh pengetahuan lebih tentang potensi bencana dan cara hidup\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\\\/index.php\\\/2016\\\/10\\\/27\\\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\\\/index.php\\\/author\\\/ahmad-yunus\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\\\/index.php\\\/author\\\/ahmad-yunus\\\/#author\"},\"datePublished\":\"2016-10-27T03:47:00+00:00\",\"dateModified\":\"2016-10-27T03:47:00+00:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\\\/\",\"name\":\"ahmadyunussukardi.my.id\",\"description\":\"Website Pribadi Ahmad Yunus Sukardi\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ahmadyunussukardi.my.id\\\/#person\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Pentingnya kurikulum pendidikan kebencanaan - ahmadyunussukardi.my.id","description":"Indonesia secara geografis terletak dalam zona yang rawan dan berpotensi bencana. Negara kita terletak dalam zona cincin api Pasifik (Pacific Ring of fire) di dunia yang artinya rawan gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami. Selain itu ada juga bencana seperti banjir, longsor. Ini mengindikasikan kalau kita butuh pengetahuan lebih tentang potensi bencana dan cara hidup","canonical_url":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2016\/10\/27\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2016\/10\/27\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\/#blogposting","name":"Pentingnya kurikulum pendidikan kebencanaan - ahmadyunussukardi.my.id","headline":"Pentingnya kurikulum pendidikan kebencanaan","author":{"@id":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/author\/ahmad-yunus\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/#person"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-vkH9kA-gmZU\/XbTtCUjICyI\/AAAAAAAAD9Q\/mPOpUMqq_XELpJLSlIRJXr51FWOpbe1jwCLcBGAsYHQ\/s320\/IMG_20191027_075503.jpg","@id":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2016\/10\/27\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\/#articleImage"},"datePublished":"2016-10-27T03:47:00+00:00","dateModified":"2016-10-27T03:47:00+00:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2016\/10\/27\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2016\/10\/27\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\/#webpage"},"articleSection":"Tulisan di Media massa"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2016\/10\/27\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/category\/tulisan-di-media-massa\/#listItem","name":"Tulisan di Media massa"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/category\/tulisan-di-media-massa\/#listItem","position":2,"name":"Tulisan di Media massa","item":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/category\/tulisan-di-media-massa\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2016\/10\/27\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\/#listItem","name":"Pentingnya kurikulum pendidikan kebencanaan"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2016\/10\/27\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\/#listItem","position":3,"name":"Pentingnya kurikulum pendidikan kebencanaan","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/category\/tulisan-di-media-massa\/#listItem","name":"Tulisan di Media massa"}}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/author\/ahmad-yunus\/#author","url":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/author\/ahmad-yunus\/","name":"Ahmad Yunus"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2016\/10\/27\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\/#webpage","url":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2016\/10\/27\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\/","name":"Pentingnya kurikulum pendidikan kebencanaan - ahmadyunussukardi.my.id","description":"Indonesia secara geografis terletak dalam zona yang rawan dan berpotensi bencana. Negara kita terletak dalam zona cincin api Pasifik (Pacific Ring of fire) di dunia yang artinya rawan gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami. Selain itu ada juga bencana seperti banjir, longsor. Ini mengindikasikan kalau kita butuh pengetahuan lebih tentang potensi bencana dan cara hidup","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2016\/10\/27\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/author\/ahmad-yunus\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/author\/ahmad-yunus\/#author"},"datePublished":"2016-10-27T03:47:00+00:00","dateModified":"2016-10-27T03:47:00+00:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/#website","url":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/","name":"ahmadyunussukardi.my.id","description":"Website Pribadi Ahmad Yunus Sukardi","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/#person"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"ahmadyunussukardi.my.id - Website Pribadi Ahmad Yunus Sukardi","og:type":"article","og:title":"Pentingnya kurikulum pendidikan kebencanaan - ahmadyunussukardi.my.id","og:description":"Indonesia secara geografis terletak dalam zona yang rawan dan berpotensi bencana. Negara kita terletak dalam zona cincin api Pasifik (Pacific Ring of fire) di dunia yang artinya rawan gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami. Selain itu ada juga bencana seperti banjir, longsor. Ini mengindikasikan kalau kita butuh pengetahuan lebih tentang potensi bencana dan cara hidup","og:url":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2016\/10\/27\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\/","article:published_time":"2016-10-27T03:47:00+00:00","article:modified_time":"2016-10-27T03:47:00+00:00","twitter:card":"summary_large_image","twitter:title":"Pentingnya kurikulum pendidikan kebencanaan - ahmadyunussukardi.my.id","twitter:description":"Indonesia secara geografis terletak dalam zona yang rawan dan berpotensi bencana. Negara kita terletak dalam zona cincin api Pasifik (Pacific Ring of fire) di dunia yang artinya rawan gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami. Selain itu ada juga bencana seperti banjir, longsor. Ini mengindikasikan kalau kita butuh pengetahuan lebih tentang potensi bencana dan cara hidup"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"186","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":null,"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":null,"og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":null,"robots_max_videopreview":null,"robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":null,"local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":null,"created":"2024-01-06 06:04:36","updated":"2026-01-19 13:37:56","seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/category\/tulisan-di-media-massa\/\" title=\"Tulisan di Media massa\">Tulisan di Media massa<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tPentingnya kurikulum pendidikan kebencanaan\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id"},{"label":"Tulisan di Media massa","link":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/category\/tulisan-di-media-massa\/"},{"label":"Pentingnya kurikulum pendidikan kebencanaan","link":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2016\/10\/27\/pentingnya-kurikulum-pendidikan-kebencanaan\/"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=186"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=186"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=186"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=186"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}