{"id":188,"date":"2016-08-28T14:18:00","date_gmt":"2016-08-28T14:18:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2016\/08\/28\/asap-rokok-yang-kian-menipis-dan-pelajaran-berharga-dari-putera-sampoerna\/"},"modified":"2016-08-28T14:18:00","modified_gmt":"2016-08-28T14:18:00","slug":"asap-rokok-yang-kian-menipis-dan-pelajaran-berharga-dari-putera-sampoerna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2016\/08\/28\/asap-rokok-yang-kian-menipis-dan-pelajaran-berharga-dari-putera-sampoerna\/","title":{"rendered":"Asap rokok yang kian menipis dan pelajaran berharga dari Putera Sampoerna"},"content":{"rendered":"<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-YFkMKzuNBc0\/X-XbsxmgS6I\/AAAAAAAAEtc\/L0U5fcNW4q4dmI_9W-ryw9GeH5GRmzOGACLcBGAsYHQ\/s250\/images%2B%25288%2529.jpeg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"243\" data-original-width=\"250\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-YFkMKzuNBc0\/X-XbsxmgS6I\/AAAAAAAAEtc\/L0U5fcNW4q4dmI_9W-ryw9GeH5GRmzOGACLcBGAsYHQ\/s0\/images%2B%25288%2529.jpeg\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<a href=\"https:\/\/www.blogger.com\/null\" style=\"clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;\"><\/a>Ikhtisar penelitian dari salah satu<br \/>\nlembaga penelitian di FKM UI yang mengatakan orang akan berhenti merokok<br \/>\n kalau harga rokok 50 ribu menjadi pemicu sebuah isu yang menjadi viral<br \/>\ndi dunia maya. Isu kenaikan cukai rokok berhasil menarik perhatian<br \/>\npublic.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nHasbullah Thabrany, mengatakan bawah<br \/>\nUpaya mengendalikan konsumsi rokok, yang paling efektif dengan harga<br \/>\nmahal. Fakta di dunia menunjukkan, harga rokok yang mahal menahan laju<br \/>\nkonsumsi. Untuk membuat rokok mahal itulah dipungut cukai rokok. Cukai<br \/>\nrokok bukan kontribusi industri rokok. Pemerintah negara-negara<br \/>\nberbudaya menetapkan harga dan cukai rokok tinggi untuk mengendalikan<br \/>\nkonsumsi.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nBak gayung bersambut, Tulus Abadi dari<br \/>\n YLKI pun menguatkan pendapat itu. Menurut Tulus, seperti dikutip oleh<br \/>\nTirto.id, Tarif cukai dan harga rokok di Indonesia termasuk yang<br \/>\nterendah di dunia sehingga anak-anak dan masyarakat miskin masih bisa<br \/>\nmenjangkau.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nMasih menurut Tulus, sudah seharusnya<br \/>\nharga jual rokok mahal melalui tarif cukai yang tinggi. Cukai merupakan<br \/>\ninstrumen untuk membatasi dan mengendalikan suatu barang yang perlu<br \/>\ndikendalikan dan dibatasi. Dan dukungan kepada kenaikan cukai rokok pun<br \/>\nmendapat banyak dukungan.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nRamai-ramailah media mengangkat isu<br \/>\nini. Meski, dari pihak bersebrangan pun muncul reaksi dan penolakan<br \/>\nkepada wancana tersebut. Perang argument tak terhindari. Sebelum isu<br \/>\nsemakin merebak, pemerintah angkat suara bahwa wancana itu bukan berasal<br \/>\n dari pemerintah, melainkan hanya dari lembaga penelitian di salah satu<br \/>\nkampus elit Negeri ini.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSebagai isu seksi nan sensitive,<br \/>\npersoalan kenaikan cukai rokok memantik pro kontra antara yang setuju<br \/>\ndan tidak setuju. Saya mencatat salah satu isu yang diangkat oleh<br \/>\npenentang kenaikan cukai rokok adalah nasib petani tembakau. Yah, petani<br \/>\n tembakau adalah salah satu pemangku kepentingan yang diseret-seret dan<br \/>\ndibenturkan kepada para pendukung kenaikan cukai rokok.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nMenjadi menarik memperbincangkan nasib<br \/>\n petani tembakau ke depan. Meski isu kenaikan cukai rokok telah reda,<br \/>\nsebenarnya nasib petani tembakau ke depan akan semakin sulit. Di dalam<br \/>\nnegeri mereka akan terkena pengaruh dari kenaikan cukai rokok. Presiden<br \/>\nJoko Widodo dalam kampanyenya menjanjikan program Nawacita. Dalam<br \/>\nNawacita 5, Joko Widodo berjanji akan meningkatkan kualitas hidup bangsa<br \/>\n ini, antara lain, melalui pendidikan (target 1) dan kesehatan (target<br \/>\n2). Dalam target 2 nomor 20 dari Nawacita 5, ia menjanjikan 100 persen<br \/>\narea publik bebas asap rokok di 100 persen kabupaten\/ kota pada 2019.<br \/>\nDalam target nomor 21. ia berjanji meningkatkan cukai rokok 200 persen<br \/>\ndari nilai pada 2019, mulai 2015. Memang terlalu muluk presiden Joko<br \/>\nwidodo membuat janji seperti itu.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nMeski demikian, saya menangkap bahwa<br \/>\nada semangat untuk menaikan cukai rokok, meski saya juga yakin nilainya<br \/>\ntidak akan sebesar janji kampanye. Mau naik 50 atau 100 perak atau<br \/>\nberapapun nilainya kemudian, cukai rokok tetap naik. Masalah lain muncul<br \/>\n dari dunia internasional terkait FCTC (Framework Convention on Tobacco<br \/>\nControl). Tentu ada desakan agar Indonesia menekan perjanjian tersebut.<br \/>\nHal yang membuat industry rokok kian terjepit. Lantas apa yang sebaiknya<br \/>\n dilakukan oleh petani tembakau agar tidak terkubur dikemudian hari&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<b>Pelajaran dari Putera Sampoerna<\/b>&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nJauh hari sebelum isu kenaikan cukai<br \/>\nrokok booming, sebelas tahun lalu khalayak dihebohkan oleh aksi Putera<br \/>\nSampoerna. Tepat sebelas tahun yang lalu, tiba-tiba saja Putera<br \/>\nSampoerna, generasi ketiga dari Sampoerna, menjual pabrik rokoknya. 18<br \/>\nMaret 2005 Putera Sampoerna menjual 98% atau mayoritas saham HMS senilai<br \/>\n Rp 48 Triliun ke PMI.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nTindakan melepas seluruh saham itu<br \/>\ntentu sangat mengejutan. Sebab, saat itu HMS sedang berkembang dan<br \/>\npemiliknya tidak dalam kesulitan keuangan. Bahkan kinerja HMS (2004)<br \/>\ndalam posisi sangat baik dengan berhasil memperoleh pendapatan bersih Rp<br \/>\n 15 triliun dengan nilai produksi 41,2 miliar batang.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nMengapa Putera melepas perusahaan<br \/>\nkeluarga yang sudah berumur lebih dari 90 tahun ini? Itu pertanyaan yang<br \/>\n muncul di tengah pelaku bisnis dan publik kala itu. Belakangan publik<br \/>\nmemahami visi Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005 versi Majalah Warta<br \/>\nEkonomi ini (Warta Ekonomi 28 Desember 2005). Dia melihat masa depan<br \/>\nindustri rokok di Indonesia akan makin sulit berkembang. Agnes Kurniawan<br \/>\n membuat sebuah analisa SWOT terhadap HM Sampoerna. Hasilnya dijelaskan<br \/>\nsebagai berikut:&nbsp;<\/div>\n<blockquote style=\"text-align: justify;\"><p>\nFaktor Internal (Strenght):<br \/>\nPosisi merek yang mantap; Tim manajemen yang kuat; Penentuan harga yg<br \/>\nefektif; Dukungan pemasaran yang terarah (iklan); Program distribusi<br \/>\nwilayah yang terfokus; Pemahaman Sampoerna yang mendalam tentang bisnis<br \/>\nrokok kretek di Indonesia; Mempunyai Corporate Social Responsibility<br \/>\n(CSR) yang tinggi; Memiliki modal yang kuat; Culture yang baik.<br \/>Faktor Internal (Weakness): Biaya operasional naik, yaitu minyak tanah sebagai bahan bakar untuk alat pengering naik.<br \/>Faktor<br \/>\n Eksternal (Opportunities): Ekonomi Indonesia sedang tumbuh; Lapangan<br \/>\nkerja baru telah banyak tercipta bisa menaikkan daya beli konsumen;<br \/>\nIndonesia Negara konsumsi rokok terbesar ke-5 di dunia.<br \/>Faktor&nbsp;Eksternal<br \/>\n (Threats): Aturan makin ketat seperti UU melarang iklan rokok dan<br \/>\nmerokok di tempat umum; Cukai makin mahal,; Adanya tariff tambahan;<br \/>\nKota-kota besar menuju bebas rokok (Sydney, Uni Eropa, Amerika, Jakarta,<br \/>\n Hongkong); Tidak bisa mengharapkan pasar ekspor karena adanya keb\u0133akan<br \/>\npemerintah di luar negeri untuk membatasi pasar rokok; Ancaman dari<br \/>\nYLKI, WITT dan WHO; Semakin banyaknya edukasi tentang bahaya merokok<br \/>\n\u201ckanker\u201d; Melemahnya daya beli masyarakat akibat naiknya harga BBM.&nbsp;<\/p><\/blockquote>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nHasil analisis SWOT, seperti yang<br \/>\ntelah disebutkan oleh Agnes Kurniawan menunjukkan bahwa HMS memiliki<br \/>\nbanyak kekuatan, tapi untuk jangka panjang industri rokok tampak kurang<br \/>\nberprospek akibat banyaknya ancaman dari lingkungan luar. Grand strategy<br \/>\n HMS adalah kombinasi yakni melakukan unrelated diversification dengan<br \/>\nmasuk ke bisnis lain dan melepas kerajaan rokoknya. Secara revolusioner<br \/>\nPutera Sampoerna mengubah bisnis intinya dari bisnis rokok ke<br \/>\nagroindustri dan infrastruktur.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nHal ini terungkap dari<br \/>\nlangkah-langkahnya setelah enam bulan melepas saham di PT HM Sampoerna.<br \/>\nIa mendirikan Sampoerna Strategic sebagai transformasi bisnisnya. Dalam<br \/>\nlaman www.sampoernastrategic.com disebutkan bahwa PT Sampoerna Strategic<br \/>\n (\u201cPT SS\u201d) adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang penanaman<br \/>\nmodal, berkedudukan di Indonesia dan merupakan bagian dari Sampoerna<br \/>\nStrategic Group. Selain Putera Sampoerna Foundation, yang merupakan<br \/>\ninstitusi bisnis sosial pertama di Indonesia, Sampoerna Strategic Group<br \/>\nsaat ini hadir di lima sector industri, yaitu: perkebunan, keuangan,<br \/>\nproperti, telekomunikasi, dan pengolahan kayu. Sampoerna Strategic Group<br \/>\n merupakan transformasi bisnis Sampoerna setelah melepas usahanya di<br \/>\nindustri rokok pada tahun 2005.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nPutera Sampoerna memang seorang<br \/>\npebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan. Berbagai<br \/>\nlangkahnya seringkali tidak terjangkau pebisnis lain sebelumnya. ia juga<br \/>\n merupakan seorang change maker, pemimpin yang mampu melihat jauh ke<br \/>\ndepan. Ia melihat bahwa ke depannya, asap rokok kian menipis. Maka<br \/>\nPutera Sampoerna mulai mengalihkan kemudi bisnisnya ke arah<br \/>\nagroindustri, infrastruktur dan telekomunikasi. Diliriknya agroindustri,<br \/>\n karena Indonesia kaya akan sumber daya alam yang berhubungan dengan<br \/>\npertanian dan perkebunan.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<b>Epilog<\/b>&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nRhenald Kasali dalam buku Change!<br \/>\nPernah menulis bahwa tidak ada kata lain dalam ilmu manajemen atau<br \/>\npraktis bisnis yang begitu magis dan misterius selain kata change<br \/>\n(perubahan). Ia bahkan dianggap sebagai sesuatu yang paling magis di<br \/>\ndunia ini. Kadang ia melekat pada diri seseorang dan bekerja begitu<br \/>\nkuat. Getarannya dirasakan sampai urat-urat nadi, dan begitu ia berjalan<br \/>\n di samping kita, dunia seakan bergetar. Kita bisa membencinya karena<br \/>\nchange menghancurkan sesuatu yang sudah bertahun-tahun berjalan dengan<br \/>\nnormal. Seperti badai tsunami atau tornado, ia mempunyai kekuatan<br \/>\nmenghancurkan yang luar biasa. Setelah itu, hal-hal yang dimunculkannya<br \/>\ntampak begitu strange (asing). Aneh. Kita pun menolaknya. Bahkan<br \/>\nmelawannya. Tapi hal baru itu bukanya binasa. Malah tumbuh dan menjadi<br \/>\nbesar.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nPerubahan pada industry rokok akan<br \/>\nterjadi. Masalahnya tidak semua orang, apalagi petani tembakau, bisa<br \/>\ndiajak melihat perubahan itu. Sebagian besar orang malah hanya melihat<br \/>\nmemakai mata persepsi. Hanya mampu melihat realitas, tanpa kemampuan<br \/>\nmelihat masa depan. Masih menurut Rhenald Kasali, sebenarnya perubahan<br \/>\nbesar tidak terjadi secara tiba-tiba. Sebelum gelombang besar dengan<br \/>\nkekuatan tinggi datang, ia telah lebih dulu mengirim signal-signal yang<br \/>\njuga tidak kecil. &nbsp;Saat itu juga, seharusnya siapapun yang menerima<br \/>\nsignal-signal itu merespon dengan berubah. Tetapi karena didiamkan,<br \/>\ngelombang besar itu sama sekali tidak bisa membuat anda bertahan. Anda<br \/>\nbahkan tercerabut sampai ke akar-akarnya dan tumbang.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSignal-signal perubahan industri rokok<br \/>\n ke arah senjakalanya sudah bergema berkali-kali. Bukan hanya sekedar<br \/>\nwancana kenaikan cukai rokok. Lihatlah analisa swot dari Agnes Kurniawan<br \/>\n di atas. Saat Putera Sampoerna menjual seluruh saham perusahaan<br \/>\nrokoknya pada PMI, sebenarnya kondisi industry rokok sedang stagnan.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nMenurut catatan Adrian Rusmana, kepala<br \/>\n peneliti BNI Securities, dalam tiga tahun terakhir sebelum 2005<br \/>\npertumbuhan pendapatan perusahaan rokok di Bursa Efek Jakarta (BEJ)<br \/>\nberada di bawah level 10%. Akan tetapi, untunglah, saham perusahaan<br \/>\nrokok masih diminati investor asing. Hal itu karena likuiditas yang<br \/>\ntinggi dan kapitalisasi pasar yang besar. \u201cKalau kapitalisasi pasar dan<br \/>\nlikuiditasnya berkurang, saya kira saham perusahaan rokok tidak akan<br \/>\npopuler lagi,\u201d kata Adrian. Namun, semua kondisi tadi membuat bisnis<br \/>\nrokok sejatinya sudah tak bisa lari ke mana-mana lagi, alias sudah<br \/>\nmentok. \u201cIni industri yang mulai terbenam. Maka, tak mengherankan jika<br \/>\nsejumlah pemilik perusahaan rokok memilih mengembangkan usahanya di luar<br \/>\n bisnis rokok.\u201d Keluarga Hartono, pemilik Djarum, mengembangkan usaha di<br \/>\n dunia perbankan dengan menguasai saham di salah satu perbankan swasta<br \/>\nbesar Indonesia, yaitu BCA. Keluarga ini juga memiliki usaha e-commerce<br \/>\ndengan Blibli.com. Selain itu, keluarga ini juga memiliki<br \/>\nperusahan-perusahaan lain yang bergerak diberbagai sektor.<br \/>Dan ketik<br \/>\nindustri rokok masuk ke senjakalanya, pihak yang terpukul paling dalam<br \/>\nadalah petani tembakau. Karena merekalah yang paling terlambat melakukan<br \/>\n perubahan dan tertinggal dalam kenangan kejayaan masa lalu. Sementara<br \/>\npemilik perusahaan rokok sudah jauh-jauh hari melebarkan usahanya ke<br \/>\nbidang lain. Putera Sampoerna malah memberikan pelajaran paling menohok,<br \/>\n jual saja perusahaannya saat nilai jualnya tinggi dan beralih ke bidang<br \/>\n lain. <br \/>Mau tidak mau petani tembakau harus berbenah dan mencoba<br \/>\nmelebarkan usahanya pada komoditas lain. Salah satu komoditas industrial<br \/>\n yang karakter lahannya mirip dengan tanaman tembakau serta pemenuhannya<br \/>\n masih impor adalah jagung, khususnya&nbsp;<a href=\"http:\/\/nusfeed.id\/2016\/12\/17\/jagung-pipil-untuk-pakan-ternak\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jagung untuk pakan ternak.<\/a> Di Tangerang perhari lebih dari 50 ton jagung&nbsp;diproses jadi&nbsp;<a href=\"http:\/\/nusfeed.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pakan ternak<\/a>,<br \/>\n sebagian impor dari luar negeri seperi Brazil dan india, dan impor dari<br \/>\n provinsi lain seperti Gorontalo. Atau komoditas lain yang bisa<br \/>\ndikembangkan sesuai dengan hasrat sendiri.<br \/>\nTulisan ini hanya sekedar untuk membuka diskusi. Sekian! <br \/>\u2014<br \/>Referensi  Agnes Kurniawan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>why Putera sold his Sampoerna?<\/b> Diturunkan dari https:\/\/agneskurniawan.wordpress.com\/2009\/03\/26\/tanya-kenapa-putera-menjual-sampoerna-nya Anonim.<b>Biografi Putera Sampoerna \u2013 Pemilik PT Sampoerna<\/b>. Diturunkan dari http:\/\/www.biografiku.com\/2009\/12\/biografi-putera-sampoerna-pemilik-pt.html Hasbullah Thabrany.<b>Rokok dan Nawacita<\/b>.Diturunkan dari http:\/\/print.kompas.com\/baca\/2016\/04\/27\/Rokok-dan-Nawacita<br \/>Rhenald Kasali. 2005.<b>Change!<\/b>. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.<br \/><b>YLKI: Seharusnya Cukai Rokok Tinggi.<\/b> Diturunkan dari https:\/\/tirto.id\/20160822-50\/ylki-seharusnya-cukai-rokok-tinggi-305193<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ikhtisar penelitian dari salah satu lembaga penelitian di FKM UI yang mengatakan orang akan berhenti merokok kalau harga rokok 50 ribu menjadi pemicu sebuah isu yang menjadi viral di dunia maya. Isu kenaikan cukai rokok berhasil menarik perhatian public.&nbsp; Hasbullah Thabrany, mengatakan bawah Upaya mengendalikan konsumsi rokok, yang paling efektif [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/188"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=188"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/188\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=188"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=188"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=188"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}