{"id":196,"date":"2015-10-26T11:22:00","date_gmt":"2015-10-26T11:22:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2015\/10\/26\/kecewa-gimana-yah\/"},"modified":"2015-10-26T11:22:00","modified_gmt":"2015-10-26T11:22:00","slug":"kecewa-gimana-yah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2015\/10\/26\/kecewa-gimana-yah\/","title":{"rendered":"Kecewa, Gimana Yah?"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Qwa6HC7YtHY\/XbQs7yy21sI\/AAAAAAAAD8g\/K7Dg-P5M36YnxuueBN78shbZGSqUzxN0gCLcBGAsYHQ\/s1600\/1572089036511460951710938417595.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"1600\" data-original-width=\"1200\" height=\"320\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Qwa6HC7YtHY\/XbQs7yy21sI\/AAAAAAAAD8g\/K7Dg-P5M36YnxuueBN78shbZGSqUzxN0gCLcBGAsYHQ\/s320\/1572089036511460951710938417595.jpg\" width=\"240\" \/><\/a><\/div>\n<p>\nPagi itu, Dini sudah bersiap \u2013 siap untuk ke sekolah. Maklum hari ini adalah hari pengumuman kelulusan yang dinanti \u2013 nantinya. Langkahnya bersemangat untuk menyongsong kelulusan. Ia yakin kalau hasil pengumuman menyatakan dirinya adalah siswi yang dinyatakan lulus.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nHatinya berdebar \u2013 debar menatap amplop putih hasil pengumuman. Tangannya bergetar menyobek amplop itu dan mengambil secarik kertas di dalamnya. Dengan teliti dia membaca pengumuman itu sampai matanya terhenti pada sepuluh huruf yang tercetak tebal. Langit hatinya runtuh membaca sepuluh huruf itu, ia tak percaya dan mengulang kembali membaca \u201cTIDAK LULUS\u201d. Ia kecewa berat, ia tak kuasa menahan tangisnya hingga ia pingsan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSemua orang pasti pernah mengalami kekecewaan. Tapi, apakah hal itu bisa membuat seseorang kapok atau bahkan frustasi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKekecewaan datang karena adanya ketidaksesuaian antara harapan atau keinginan dengan kenyataan. Hal ini bisa dialami siapa saja, kapan saja, di mana saja, sehingga terkadang seseorang tidak siap menghadapinya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nDan itu dapat menyebabkan kesedihan, kemurungan, kapok bahkan frustasi. Kekecewaan yang sampai frustasi biasanya muncul karena seseorang terlalu memupuk harapan yang begitu tinggi pada suatu hal, sehingga ketika harapan itu tidak tercapai atau gagal, ia seperti terbanting dan terjatuh dari lantai lima puluh.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<ul>\n<li><b>Husnudzon pada Allah<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSebagai seorang yang beriman, kita harus tetap berhusnudzon pada Allah. Mungkin kegagalan adalah takdir yang telah ditetapkan olehNya, agar kita semakin dewasa dan memperbaiki diri untuk bisa lebih baik lagi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<ul>\n<li><b>Realistislah<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nBerpikir realistislah, apakah kita sudah berusaha dan bekerja keras. Dengan berpikiran realistis kita juga mampu menerima kegagalan atau keberhasilan dengan sama baiknya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<ul>\n<li><b>Tawakal<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nWalaupun kita sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi tetap semua ktita serahkan kepada Yang Maha Kuasa. Mengutip perkataan Dr. Zulkifliemansyah \u201cada wilayah kekuasaan Illahi, tempat di mana hamba \u2013 hambanya yang telah letih berikhtiar untuk bertawakal. Dari situ kita belajar makna hakiki sebuah perjuangan. Yang kata \u2013 katanya tersusun dari sebait do\u2019a manis seorang yatim Ummi di gua Tsur \u2018La tahzan, Innallaha ma\u2019ana\u2019.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<ul>\n<li><b>Siapkan mental<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSiapkan mental kita untuk bias menerima kenyataan buruk yang mungkin bias menerima kita. Jadi dengan menyiapkan mental setidaknya kita tidak terlalu terpukul saat mengalami kegagalan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<ul>\n<li><b>Usaha<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nUsaha akan membuat rasa kecewa tidak berkepanjangan dan juga menunjukkan seberapa jauh seseorang berjuang untuk tercapainya suatu keinginan atau harapan. Usaha juga yang membedakan siapa yang berjiwa tangguh dengan orang yang berjiwa kerdil.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<ul>\n<li><b>Sabar<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSegala sesuatu bisa diwujudkan dengan usaha, kerja keras dan tentunya berdo\u2019a. tapi, itu saja tidak cukup. Diperlukan juga kesabaran. Hal inilah yang dilupakan, padahal dengan kesabaran, kegagalan dan kekecewaan akan diterima sebagai mata rantai proses keberhasilan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSo, buat yang lagi pada kecoa, eh maaf kecewa, \u201c La Tahzan, ayo bangkit lagi\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nCatatan penulis: tulisan ini pernah dimuat di Majalah Sabili edisi 1 TH XV 26 Juli 2007<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pagi itu, Dini sudah bersiap \u2013 siap untuk ke sekolah. Maklum hari ini adalah hari pengumuman kelulusan yang dinanti \u2013 nantinya. Langkahnya bersemangat untuk menyongsong kelulusan. Ia yakin kalau hasil pengumuman menyatakan dirinya adalah siswi yang dinyatakan lulus. Hatinya berdebar \u2013 debar menatap amplop putih hasil pengumuman. Tangannya bergetar menyobek [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=196"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=196"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=196"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=196"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}