{"id":197,"date":"2015-10-25T14:09:00","date_gmt":"2015-10-25T14:09:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2015\/10\/25\/jejaring-sosial-generasi-digital-dan-penculikan\/"},"modified":"2015-10-25T14:09:00","modified_gmt":"2015-10-25T14:09:00","slug":"jejaring-sosial-generasi-digital-dan-penculikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2015\/10\/25\/jejaring-sosial-generasi-digital-dan-penculikan\/","title":{"rendered":"Jejaring Sosial, Generasi Digital, dan Penculikan"},"content":{"rendered":"<div style=\"line-height: 17.55pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span style=\"color: #333333; font-family: &quot;verdana&quot; , &quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt;\">Facebook<br \/>\n merupakan jejaring sosial yang paling banyak digunakan di indonesia.<br \/>\nBanyak kalangan mulai dari rakyat melarat sampai pejabat. Dari yang tua<br \/>\nsampai yang muda, termasuk juga anak-anak yang sebenarnya dari segi usia<br \/>\n belum layak memiliki account facebook, namun mereka mengakali umur<br \/>\nmereka ketika melakukan registrasi.<\/span><\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-BNN1TvfNkRI\/WcpfgtSvKZI\/AAAAAAAADJo\/UxpU0kGQDjoKs21CXY-5-x4aDoDZCcs0wCLcBGAs\/s1600\/kejahatan-seksual-menggunakan-facebook-dan-twitter-meningkat.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"335\" data-original-width=\"670\" height=\"160\" src=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-BNN1TvfNkRI\/WcpfgtSvKZI\/AAAAAAAADJo\/UxpU0kGQDjoKs21CXY-5-x4aDoDZCcs0wCLcBGAs\/s320\/kejahatan-seksual-menggunakan-facebook-dan-twitter-meningkat.jpg\" width=\"320\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<\/div>\n<div style=\"line-height: 17.55pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span style=\"color: #333333; font-family: &quot;verdana&quot; , &quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt;\"><br \/>Mac Prensky membagi umat manusia<br \/>\nmenjadi 2, yakni generasi digital immigrant dan digital native. Digital<br \/>\nnative adalah kelompok yang saat mulai belajar menulis sudah mengenal<br \/>\ninternet atau yang saat ini berada di bawah 24 tahun. Sedangkan digital<br \/>\nimmigrant adalah generasi yang mengenal dunia internet setelah mereka<br \/>\ndewasa.<br \/>Digital native memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya<br \/>\n dengan generasi sebelumnya, setidaknya dalam hal identitas dan privasi.<br \/>\n Digital native cenderung ribut soal identitas. Mereka begitu peduli<br \/>\ndengan ke\u201dada\u201dan diri mereka. Karena itulah mereka ramai-ramai membuat<br \/>\nakun di Facebook, Twitter, Youtube, dan lain-lain untuk membuktikan<br \/>\nkepada dunia bahwa mereka ada. Kenarsisan ini menjadi wajar karena<br \/>\nmereka memang menemukan media yang bisa memuaskan hasrat mereka untuk<br \/>\neksis.<br \/>Soal privasi, Generasi digital native cenderung lebih terbuka,<br \/>\n blak-blakan, dan open minded. Jika mereka bilang suka, mereka bilang<br \/>\nsuka, dan jika tidak suka, mereka akan bilang tidak suka. Mereka juga<br \/>\nmerasa tidak masalah \u201cmembuka\u201d apa yang disebut oleh generasi sebelum<br \/>\nmereka sebagai privasi. Mereka malah berlomba-lomba membuka kehidupan<br \/>\nprivasi mereka di status Facebook dengan menulis \u201c@ mall X bareng<br \/>\ntemen\u201d, \u201csedih baru putus\u201d, \u201cmau tidur\u201d, dan lain-lain.<br \/>Ciri ini<br \/>\nbukan tidak memiliki persoalan. Kenarsisan dan privasi yang terbuka juga<br \/>\n membawa dampak negatif. Khususnya remaja puteri. Bukan tidak sedikit<br \/>\nkasus remaja puteri usia sekolah yang hilang diculik teman facebook.<br \/>\nMereka mudah percaya dan terlalu polos sehingga mudah sekali menjaid<br \/>\nkorban penipuan.<br \/>Penculikan terhadap remaja puteri akhir-akhir in, seperti kasus bunga (<span style=\"border: none windowtext 1.0pt; mso-border-alt: none windowtext 0cm; padding: 0cm;\">tangerangnews.com<\/span>&nbsp;11<br \/>\n Juni 2013) bukan serta-merta kesalahan anak, namun bisa saja karena<br \/>\nkontrol sosial dan kontrol orang tua yang kurang. Remaja puteri mudah<br \/>\ndipengaruhi, sehingga perlu pendampingan.<br \/>Facebook sendiri hanya<br \/>\nsebagai media untuk komunikasi dan tidak lebih. Bisa diibaratkan seperti<br \/>\n pisau kalau kita gunakan untuk yang positif ya akan positif tapi kalau<br \/>\nnegatif ya hasilnya negatif. Penculikan menggunkan facebook akan terus<br \/>\nterjadi, sebab sekat sosial di dunia maya tidak bisa dibendung. Untuk<br \/>\nitu, harus ada langkah yang dilakukan berbagai pihak.<br \/>Pertama, orang<br \/>\ntua harus mengawasi anaknya dalam menggunakan facebook atau internet,<br \/>\nkedua lingkungan sosial misalkan sekolah juga aktif dalam memberikan<br \/>\ninfomasi perkembangan perilaku siswa, ketiga untuk anak-anak sebaiknya<br \/>\nmenampilkan data diri seperlunya saja dan foto yang wajar, selektif<br \/>\ndalam pertemanan dengan memastikan semua pertemanan adalah orang yang<br \/>\ndikenal dengan baik dalam keseharian, dan menghindari pertemuan dengan<br \/>\norang yang baru dikenal.<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 17.55pt; margin-bottom: 17.25pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span style=\"color: #333333; font-family: &quot;verdana&quot; , &quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt;\"><br \/><\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 17.55pt; margin-bottom: 17.25pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span style=\"color: #333333; font-family: &quot;verdana&quot; , &quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt;\"><br \/>Ahmad Yunus<\/span><\/div>\n<div style=\"line-height: 17.55pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span style=\"color: #333333; font-family: &quot;verdana&quot; , &quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt;\">tulisan ini dimuat di&nbsp;<span style=\"border: none windowtext 1.0pt; mso-border-alt: none windowtext 0cm; padding: 0cm;\">Tangerangnews.com<\/span>&nbsp;27 Juni 2013<\/span><\/div>\n<p><a href=\"http:\/\/www.tangerangnews.com\/baca\/2013\/06\/27\/10124\/jejaring-sosial%E2%80%93generasi-digital-dan-penculikan\"><span style=\"border: none 1.0pt; color: #990000; font-family: &quot;verdana&quot; , &quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt; padding: 0cm;\">http:\/\/www.tangerangnews.com\/baca\/2013\/06\/27\/10124\/jejaring-sosial\u2013generasi-digital-dan-penculikan<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Facebook merupakan jejaring sosial yang paling banyak digunakan di indonesia. Banyak kalangan mulai dari rakyat melarat sampai pejabat. Dari yang tua sampai yang muda, termasuk juga anak-anak yang sebenarnya dari segi usia belum layak memiliki account facebook, namun mereka mengakali umur mereka ketika melakukan registrasi. Mac Prensky membagi umat manusia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=197"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=197"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=197"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=197"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}