{"id":198,"date":"2015-09-26T14:01:00","date_gmt":"2015-09-26T14:01:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2015\/09\/26\/selagi-muda-nyalakan-semangat-wirausahamu\/"},"modified":"2015-09-26T14:01:00","modified_gmt":"2015-09-26T14:01:00","slug":"selagi-muda-nyalakan-semangat-wirausahamu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2015\/09\/26\/selagi-muda-nyalakan-semangat-wirausahamu\/","title":{"rendered":"Selagi muda, Nyalakan Semangat Wirausahamu"},"content":{"rendered":"<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"http:\/\/i1.wp.com\/s-media-cache-ak0.pinimg.com\/736x\/11\/8e\/cd\/118ecd711ab3792bf6b473c1aa82291b.jpg?ssl=1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"320\" src=\"http:\/\/i2.wp.com\/s-media-cache-ak0.pinimg.com\/736x\/11\/8e\/cd\/118ecd711ab3792bf6b473c1aa82291b.jpg?resize=253%2C320&amp;ssl=1\" width=\"253\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span style=\"color: #333333; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;\"><br \/><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span style=\"color: #333333; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;\">ILO<br \/>\n baru-baru ini merilis sebuah prediksi tentang jumlah pengangguran di<br \/>\nseluruh dunia. Besarnya tidak main-main, pada tahun 2012 tercatat 197<br \/>\njuta orang di seluruh dunia tidak bekerja. Bagaimana dengan Indonesia,<br \/>\nsebagai Negara dengan jumlah penduduk terbanyak kita pun memiliki jumlah<br \/>\n pengangguran yang besar sekitar. Data Badan Pusat Statistik (BPS)<br \/>\nFebruari 2012, menunjukkan jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai<br \/>\n241,547 juta, jumlah angkatan kerjanya mencapai 120,41 juta orang.<br \/>\nJumlah penduduk yang bekerja, sebanyak 112,80 juta orang dan yang masih<br \/>\nbelum bekerja alias penganggur mencapai 7,61 juta orang atau sekitar<br \/>\n6,32% dari total angkatan kerja.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span style=\"color: #333333; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;\">Di<br \/>\n antara 7,61 Juta pengangguran tersebut, yang memiliki latar belakang<br \/>\npendidikan perguruan tinggi (PT) atau sarjana mencapai 492343 orang,<br \/>\nDiploma l\/ll\/lll atau Akademi sebanyak 244.687 orang, dan lulusan SLTA\/<br \/>\nSMK\/MA mencapai 3.074.946 orang dan diperkirakan akan terus naik seiring<br \/>\n jumlah peningkatan jumlah angkatan kerja berpendidikan.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span style=\"color: #333333; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;\">Namun,<br \/>\n malangnya kita, sebagai generasi muda, lebih sering mencari kambing<br \/>\nhitam dalam masalah pengangguran ini dengan selalu menyalahkan dan<br \/>\nmenghujat pemerintah, tanpa melihat kita pun bisa mengambil peran untuk<br \/>\nmengurangi pengangguran. Ibaratnya, kita lebih suka mengutuk kegelapan,<br \/>\npadahal tidak ada yang dapat diselesaikan dengan kutukan. Sama seperti<br \/>\ntidak bergunanya ratapan di depan sebuah bencana. Adalah lebih baik<br \/>\nmenyalakan lilin dari pada mengutuk kegelapan. Toh Tuhan juga sudah<br \/>\nberfirman tidak akan mengubah keadaa suatu kaum sampai kaum itu mengubah<br \/>\n dirinya sendiri.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span style=\"color: #333333; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;\">Ada<br \/>\n pandangan menarik dari Raymond W. Kao, seorang pakar ekonomi dari<br \/>\nUniversitas Toronto yang mengatakan bahwa para wiraswasta memiliki peran<br \/>\n sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa. Para wiraswasta, kata Kao,<br \/>\nsangat membantu perekonomian sebuah bangsa, terutama karena kemampuannya<br \/>\n menciptakan pekerjaan. Mereka mentransfer pengangguran menjadi orang<br \/>\nmandiri bahkan menciptakan pekerjaan untuk orang lain.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span style=\"color: #333333; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;\">Memang<br \/>\n kebanyakan orang tua memang mengarahkan anak-anaknya untuk menjadi<br \/>\nsalah satu dari profesi tadi. Bahkan, banyak orang tua yang merasa<br \/>\nbangga jika anaknya berhasil menjadi pegawai negeri atau karyawan di<br \/>\nperusahaan, apalagi perusahaan swasta yang bonafid.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span style=\"color: #333333; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;\">Menjadi<br \/>\n orang kantoran bukanlah segala-galanya dalam hidup ini. Menerima uang<br \/>\ngajian rutin dengan jumlah yang tetap setiap bulan, dan harapan akan<br \/>\nmendapat tunjangan hari tua setelah pensiun juga bukan satu-satunya<br \/>\nsumber penghasilan.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span style=\"color: #333333; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;\">Nah,<br \/>\n justru itu untuk kita&nbsp; yang masih muda-muda dan belum jadi orang<br \/>\nkantoran, kita bisa lebih leluasa mengembangkan keinginan kita. Selagi<br \/>\nbelum tercemari oleh rutinitas kehidupan kantor, ada baiknya kita<br \/>\nmenentukan arah hidup kita sendiri. Lalu kalau bukan jadi orang<br \/>\nkantoran, lantas jadi apa?<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span style=\"color: #333333; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;\">Mereka<br \/>\n yang bisa menjadi kaya raya pada usia muda. Umumnya tidak menempuh<br \/>\njalan standar: lulus SMA harus kuliah. Selesai kuliah dan sudah punya<br \/>\nijazah sarjana, melamar kerja di perusahaan bonafid. Menjadi manajer,<br \/>\nakuntan, sekretaris, pengacara dan seterusnya yang ujung-ujungnya semua<br \/>\nsama = menjadi pegawai, mau pegawai negeri maupun pegawai swasta. Mereka<br \/>\n yang kaya pada usia muda ini berani mengambil jalan berbeda! Menurut<br \/>\nRobert T Kiyosaki, profesi yang paling memungkinkan untuk mencapai<br \/>\nkebebasan financial adalah wiraswasta.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span style=\"color: #333333; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;\"><br \/><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<b><span style=\"border: none windowtext 1.0pt; color: #333333; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-border-alt: none windowtext 0cm; padding: 0cm;\">Siapa Itu Wiraswasta?<\/span><\/b><span style=\"color: #333333; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;\"><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span style=\"color: #333333; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;\">Wiraswasta<br \/>\n secara etimologis berasal dari dua kata yaitu wira dan swasta. Wira<br \/>\nmemiliki arti berani, utama, atau perkasa. Swasta memiliki arti menjadi<br \/>\nberdiri di atas kaki sendiri. Dengan demikian wiraswasta dapat dimaknai<br \/>\nsebagai keberanian dalam berusaha dengan kekuatan sendiri dan tidak<br \/>\ntergantung pada orang lain. Dalam dunia usaha, seorang wiraswasta akan<br \/>\nlebih mengandalkan diri sendiri untuk menjalankan suatu usaha ketimbang<br \/>\nmenggantungkan diri pada orang lain dengan menjadi karyawan.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span style=\"color: #333333; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;\">Dengan<br \/>\n kata lain, seorang wiraswasta adalah seorang yang mandiri. Kemandirian<br \/>\nsendiri merupakan sikap individu yang diperoleh secara kumulatif selama<br \/>\nperkembangan, ketika individu akan terus belajar untuk bersikap mandiri<br \/>\ndalam menghadapi berbagai situasi di lingkungan sehingga individu pada<br \/>\nakhirnya akan mampu berpikir dan bertindak sendiri. Dengan<br \/>\nkemandiriannya, seseorang dapat memilih jalan hidupnya untuk dapat<br \/>\nberkembang dengan lebih mantap. Menjadi mandiri juga berarti memiliki<br \/>\nhasrat untuk bersaing, mampu mengambil keputusan dan inisiatif, percaya<br \/>\ndiri dan bertanggung jawab pada apa yang dikerjakannya.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span style=\"color: #333333; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;\">Karena<br \/>\n itu, Dion Dewa Brata, seorang dosen di UMN mengatakan bahwa sejatinya<br \/>\nwiraswasta adalah sikap mental yang perlu dikembangkan oleh setiap orang<br \/>\n yang ingin berdiri sendiri tanpa bergantung kepada orang lain dengan<br \/>\nmenjadi karyawan. Keinginan untuk dapat mandiri inilah yang dapat<br \/>\ndigunakan sebagai amunisi untuk meledakan semangat untuk bekerja keras.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span style=\"color: #333333; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;\"><br \/><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<b><span style=\"border: none windowtext 1.0pt; color: #333333; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-border-alt: none windowtext 0cm; padding: 0cm;\">Ayo Nyalakan Energimu Berwirausaha<\/span><\/b><span style=\"color: #333333; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;\"><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span style=\"color: #333333; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;\">Kenapa<br \/>\n kita yang muda yang berwiraswasta? Jawabanya tak lain karena kelebihan<br \/>\nkita justru pada kemudaan kita. Di mana ide-ide di kepala juga masih<br \/>\nfresh, energy kita pun masih berlebih. Tugas kita adalah mengelola<br \/>\nenergy itu agar tersalurkan dengan benar.selain itu, kita juga salah<br \/>\nsatu factor untuk mendorong Indonesia menjadi negara besar dari sisi<br \/>\nekonomi, karena jumlah kelompok usia produktif yang besar, di mana<br \/>\nkelompok ini mendominasi piramida demografi penduduk Indonesia.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span style=\"color: #333333; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;\">Lantas kapan sebaiknya kita memulai usaha? Waktu yang tepat untuk memulai usaha adalah SEKARANG.<span>&nbsp;<\/span><i><span style=\"border: none windowtext 1.0pt; mso-border-alt: none windowtext 0cm; padding: 0cm;\">The time is Now<\/span><\/i>! Karena waktu adalah sumber daya yang berharga, sehingga semakin banyak waktu terbuang, semakin besar kerugian yang dirasakan.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span style=\"color: #333333; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;\">Lalu<br \/>\n usaha apa? Yah usaha apa saja yang penting halal dan legal. Semua yang<br \/>\nada di benak kita dan tentunya dapat dijadikan peluang usaha. Tenang,<br \/>\ntidak perlu gelar yang mentereng untuk jadi seorang pengusaha yang<br \/>\nterpenting memiliki keyakinan dan kerja keras mencapainya.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify; vertical-align: baseline;\">\n<span style=\"color: #333333; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;\">Tidak<br \/>\n punya uang untuk modal usaha? Bukan masalah! Bahkan Purdi Candra,<br \/>\nseorang pengusaha kawakan berkata saat terbaik memulai usaha adalah saat<br \/>\n tidak punya apa-apa. Kondisi ini akan membuat kita kreatif untuk<br \/>\nmenemukan ide. Anda dapat menjadi dropshiper atau affiliate marketing.<\/span><\/div>\n<p><span style=\"color: #333333; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;\">Tidak<br \/>\n ada alasan untuk tidak jadi seorang wirausahawan, karena wirausaha<br \/>\nberkaitan dengan sikap. Siapapun dapat menjadi seorang wirausaha. Mari<br \/>\nnyalakan lilin semangat wirausaha untuk Indonesia yang lebih baik.<br \/>\nKarena dengan tumbuhnya wirausaha 2 % saja dari total penduduk akan<br \/>\nmenjadi penggerak pembangunan dan ekonomi Indonesia.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ILO baru-baru ini merilis sebuah prediksi tentang jumlah pengangguran di seluruh dunia. Besarnya tidak main-main, pada tahun 2012 tercatat 197 juta orang di seluruh dunia tidak bekerja. Bagaimana dengan Indonesia, sebagai Negara dengan jumlah penduduk terbanyak kita pun memiliki jumlah pengangguran yang besar sekitar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Februari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=198"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=198"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=198"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=198"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}