{"id":200,"date":"2015-02-26T13:55:00","date_gmt":"2015-02-26T13:55:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2015\/02\/26\/kisah-bu-ucu-merajut-asa-di-setiap-lekuk-jahitan\/"},"modified":"2015-02-26T13:55:00","modified_gmt":"2015-02-26T13:55:00","slug":"kisah-bu-ucu-merajut-asa-di-setiap-lekuk-jahitan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2015\/02\/26\/kisah-bu-ucu-merajut-asa-di-setiap-lekuk-jahitan\/","title":{"rendered":"Kisah bu Ucu: Merajut Asa di Setiap Lekuk Jahitan"},"content":{"rendered":"<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-aBOtf5GXBDU\/X-XW5Qb4Y0I\/AAAAAAAAEs4\/cGwhdWpuDvspEc39I1ciNTvQ_r1XCYZ0gCLcBGAsYHQ\/s375\/227675_sukmariah--srikandi-koperasi_375_211.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"211\" data-original-width=\"375\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-aBOtf5GXBDU\/X-XW5Qb4Y0I\/AAAAAAAAEs4\/cGwhdWpuDvspEc39I1ciNTvQ_r1XCYZ0gCLcBGAsYHQ\/s320\/227675_sukmariah--srikandi-koperasi_375_211.jpg\" width=\"320\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\">Ibu Sukmariah meraih penghargaan(sumber gambar: viva.co.id)<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSaya ingin berbagi kisah tentang sosok<br \/>\n inspiratif pemberdayaan ekonomi di Kabupaten Tangerang. Bernama<br \/>\nSukmariah atau yang lebih dikenal dengan bu Ucu.tulisan ini sebelumnya<br \/>\ndimuat di kompasiana.com sebagai syarat untuk mendaftarkan beliau ke<br \/>\nprogram Danamon Award 2013, alhamdulillah sekarang sudah masuk 5 besar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nIbu Sukmariah Jilbab Hitam sedang melakukan Pemberdayaan Ekonomi lewat Koperasi Mitra Mas<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nRumah berwarna hijau di tepi jalan<br \/>\ndesa munjul kecamatan solear kabupaten Tangerang terlihat<br \/>\nsibuk.Kain-kain besar dibentangkan lalu digunting sesuai pola.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n\u201cDi sini hanya memotong kain, kita sebar ke anggota.Nanti mereka yang jahit.\u201dUcap pemilik rumah, ibu Sukmariah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nIa adalah ketua kube Mitra Mas, usaha<br \/>\nyang bergerak dibidang konveksi dan sudah memulai usahanya sejak tahun<br \/>\n2010 silam. Awalnya usahanya hanya usaha kecil-kecilan dengan modal<br \/>\nterbatas.Tetapi, keterbatasan itu tidak membuatnya putus asa.Malah<br \/>\nmenjadi penyemangat untuk turut serta memberdayakan masyarakat sekitar<br \/>\ndengan menjahit.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nMelihat banyaknya ibu-ibu yang<br \/>\nmemiliki waktu senggang, Ibu Sukmariah kepikiran agar ibu-ibu itu lebih<br \/>\nbermanfaat waktu luangnya dengan aktivitas yang dapat menambah<br \/>\npenghasilan keluarga. Akhirnya, jalan yang ia coba adalah melakukan<br \/>\npemberdayaan ekonomi dengan kegiatan menjahit.<\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"http:\/\/i0.wp.com\/2.bp.blogspot.com\/-smOFuJzJVP4\/WIhLL8NHkpI\/AAAAAAAAC1s\/vy-MJdNl-z0JkgS2EfzmuiMBVKaWEazLQCPcB\/s1600\/image023.jpg?ssl=1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" data-recalc-dims=\"1\" src=\"http:\/\/i1.wp.com\/2.bp.blogspot.com\/-smOFuJzJVP4\/WIhLL8NHkpI\/AAAAAAAAC1s\/vy-MJdNl-z0JkgS2EfzmuiMBVKaWEazLQCPcB\/s320\/image023.jpg?resize=320%2C240&amp;ssl=1\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">\nKegiatan Kursus gratis bagi ibu rumah tangga<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nIa pun mendirikan BMT Mitra Mas,<br \/>\ndengan fokus pemberdayaan kepada fakir miskin dan ibu-ibu, terutama<br \/>\njanda-janda. Ibu-ibu itu diajarkan menjahit yang diselenggarakan di BMT<br \/>\nMitra Mas di desa Kirana sampai mereka bisa menjahit tanpa dipungut<br \/>\nbayaran sepeserpun.Setelah ibu-ibu itu bisa menjahit lalu diberikan<br \/>\npembiayaan mesin jahit dengan sistem simpan pinjam.Ibu Sukmariah juga<br \/>\nmencarikan orderan untuk dibagikan kepada ibu-ibu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n\u201cKalau musim mau lebaran dan tahun ajaran baru, kita panen. Omsetnya bisa mencapai 200 juta\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSiapa sangka, usaha yang dulunya<br \/>\nkecil-kecilan kini berkembang sampai ratusan juta.Meski awalnya banyak<br \/>\nyang meragukan bahkan menganggap aneh keputusan Ibu Sukmariah dengan<br \/>\nusaha konveksinya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n\u201cDulu banyak yang menyangkan kenapa tidak kerja saja, kan punya ijasah sarjana.\u201d Tukas bu Sukmariah<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nTapi bekerja kepada orang lain memang<br \/>\nbukan hasratnya. Ia justru menemukan kebahagiaanya dengan melakukan<br \/>\npemerberdayaan masyarakat di bidang ekonomi dengan kegiatan usaha. Kini<br \/>\nplasma usahanya sudah lebih dari 35 kepala keluarga.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nIa juga dipercaya oleh Dinas Sosial<br \/>\nProvinsi Banten untuk mengembangkan kawasan konvenksi dengan kube-kube<br \/>\nyang anggotanya adalah fakir miskin. Kawasan ini mencakup dua desa yaitu<br \/>\n desa Cikuya dan Desa Munjul di Solear.Tidak hanya konveksi seragam<br \/>\nsekolah, tetapi juga ke alas kaki.Kalau seragam sekolah dan pakaian itu<br \/>\nuntuk ibu-ibu, maka alas kaki dikerjakan oleh bapak-bapak.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nDampak aktivitas ibu Sukmariah ini<br \/>\ndimasyarakat terasa jelas.Ia telah membuka lapangan pekerjaan baru bagi<br \/>\nfakir miskin dan ibu-ibu di sekitar tempatnya tinggal. Dengan adanya<br \/>\npekerjaan jahit, penghasilan binaanyan pun bertambah. Bahkan ada anak<br \/>\nputus sekolah karena bapaknya meninggal dunia, kini sudah bisa<br \/>\nbersekolah kembali karena ibu anak itu memperoleh rezeki jari jahit<br \/>\nberkat binaan ibu Sukmariah<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nIa juga salah satu sosok yang<br \/>\nberkomitmen untuk terus melakukan pemberdayan kepada fakir miskin dan<br \/>\nperempuan di kabupaten Tangerang. Komitmen ini ia perjelas dengungnya<br \/>\ndengan menjadi ketua asosiasi kube kabupaten Tangerang. Lewat asosiasi<br \/>\nini ia mendatangi ibu-ibu di kabupaten Tangerang dan memberikan motivasi<br \/>\n kepada mereka untuk bangkit dan mandiri.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSelain itu, yang membuat saya terkesan<br \/>\n adalah komitmenya kepada kualitas produk yang dihasilkan, meski<br \/>\nusahanya bersifat pemberdayaan masyarakat, ia tidak lupa kepada mutu<br \/>\nproduk yang dihasilkan. Ia menjaga benar kualitas produknya dan membuat<br \/>\nsuatu gugus kendali mutu. Hasilnya, ia mendapuk juara 3 konvensi Gugus<br \/>\nKendali Mutu yang baru saja diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan<br \/>\n Perdagangan Kabupaten Tangerang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nAkhirnya itulah kisah ibu Sukmariah,<br \/>\nsosok pemberdayaan fakir miskin dan ibu-ibu dari Solear.Berawal dari<br \/>\nrumah sederhana dan niat tulus.Kini usahanya menjadi asa bagi setiap<br \/>\nbinaanya untuk menjadi lebih sejahtera.<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ibu Sukmariah meraih penghargaan(sumber gambar: viva.co.id) Saya ingin berbagi kisah tentang sosok inspiratif pemberdayaan ekonomi di Kabupaten Tangerang. Bernama Sukmariah atau yang lebih dikenal dengan bu Ucu.tulisan ini sebelumnya dimuat di kompasiana.com sebagai syarat untuk mendaftarkan beliau ke program Danamon Award 2013, alhamdulillah sekarang sudah masuk 5 besar. Ibu Sukmariah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=200"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=200"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=200"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=200"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}