{"id":68,"date":"2021-08-15T06:11:00","date_gmt":"2021-08-15T06:11:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2021\/08\/15\/sayap-patah-cintaku\/"},"modified":"2021-08-15T06:11:00","modified_gmt":"2021-08-15T06:11:00","slug":"sayap-patah-cintaku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2021\/08\/15\/sayap-patah-cintaku\/","title":{"rendered":"Sayap Patah Cintaku"},"content":{"rendered":"<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-qLwrNSm18b0\/YRpQ_0Cj8eI\/AAAAAAAAE-I\/LBz2lXEHh3g415Qc2a-jSys9x9fDk2BowCLcBGAsYHQ\/s992\/IMG_20210816_184914.JPG\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"744\" data-original-width=\"992\" height=\"240\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-qLwrNSm18b0\/YRpQ_0Cj8eI\/AAAAAAAAE-I\/LBz2lXEHh3g415Qc2a-jSys9x9fDk2BowCLcBGAsYHQ\/s320\/IMG_20210816_184914.JPG\" width=\"320\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<p align=\"center\" style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: center; text-indent: 14.2pt;\"><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Aku tak sanggup lagi mengejarnya. Ia telah terbang tinggi<br \/>\ndan pergi menjauh. Sedangkan aku tertinggal di sini menahan luka. Meradang<br \/>\nmenahan sakit akibat luka yang ia pahat sebelum tinggalkanku. <o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Ah, andai saja tubuhku tak luka. Andai saja sayapku tak<br \/>\npatah. Andai saja sayapku dapat mengepak kuat. Aku akan terbang lagi<br \/>\nmengejarnya, kemana pun ia pergi!<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Namun, itu sepertinya hanyalah angan kosongku saja. Angan<br \/>\nmakhluk yang tak lagi punya daya dan kuasa. Selain berharap khayalan itu jadi nyata.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Aku tak tahu kenapa ia pergi meninggalkanku. Sungguh aku tak<br \/>\ntahu kenapa? Aku pun bingung dibuatnya. Ia pergi meninggalkanku di saat kuncup<br \/>\n\u2013 kuncup bunga hatiku siap mekar dengan segala keindahan dan keharuman cintaku<br \/>\npadanya. Ia pergi di saat asmaraku bertahta di atas singgasana cinta. ia pergi<br \/>\ndi saat aku masih sayang dan membutuhkannya. Menorehkan sebuah luka di hati<br \/>\nterdalam.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Rasa cinta dan sayangku sangat besar padanya. Rasa itu tak<br \/>\npernah padam, apalagi mati. Aku pun memutuskan untuk mencarinya. Berkelana<br \/>\nmencari cintaku yang telah hilang. Mengepakkan sayap menjelajahi angkasa raya.<br \/>\nSampai sayap sebelah kananku patah. Dan aku terdampar di sini.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Aku telah menjelajahi dirgantara. Menembus awan, menghalau<br \/>\nterik matahari, menerjang hujan dan badai. Aku mencarinya hingga sayap sebelah<br \/>\nkananku patah. Aku mencarinya hingga aku terdampar di sini, di pulau kecil yang<br \/>\ntumbuh sendiri di tengah luasnya samudera. Aku terdampar dalam sunyi mencarinya<br \/>\ndi pulau terasing dan sepi. Dalam kesunyian, aku tercelup seorang diri.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Aku mencoba bertahan dalam sunyi. Berjalan menapaki hari<br \/>\nesok yang suram. Semua karena cinta. membuatku masih bisa berdiri, walaupun<br \/>\nterhuyun menyangga raga.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Matahari terus bersinar riang. Cahayanya coba terangi sudut<br \/>\njiwaku yang gelap. Kulihat awan \u2013 awan menggantung di langit biru. Awan \u2013 awan<br \/>\nitu berkumpul laksana mozaik \u2013 mozaik alam melukis sketsa wajah bidadariku yang<br \/>\ntelah pergi di lizuardi tanpa kaki. Aku pun jadi ingin bertemu dengannya.<br \/>\nBertanya, berbincang, berdua kembali seperti dulu, bersama berenda kasih dalam<br \/>\nikatan halus benang cinta. Dalam sunyi, aku terpenjara rinduk tak bertepi.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Aku tak tahu mengapa harus begini. Sungguh aku tak tahu!<br \/>\nRasa ini begitu perih. Hatiku sakit dengan luka tak terperi. <o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Hilang satu yang terindah dalam hidupku. Membuatku luluh<br \/>\nlantak berserak tak tegak. Seperti tercabut separuh jiwa. Sungguh menyakitkan!<br \/>\nSangat menyakitkan dengan luka tak terperi, terus membesar dan berbekas. Masih<br \/>\nsanggupkah aku bertahan? Pertahankan cinta ini.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Hari esok seperti bola lampu lima watt, bercahaya redup<br \/>\nmerah padam. Aku menunggu yang tak pasti di pulau asing ini. Mungkinkah ini<br \/>\ntempat terakhirku menginjakkan kaki? Jangan sampai! Ini terlalu pedih.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Aku tak pernah membayangkan akan seperti ini. Mengalami<br \/>\nujian terberat dalam hidupku, ujian yang sedang aku alami. Seperti vonis mati<br \/>\nyang dieksekusi dengan pelan \u2013 pelan, menyicil rasa sakit yang sangat pedih<br \/>\nsampai ajal datang menjemput.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Mengapa aku harus menanggung ini semua? Bukankah cinta itu<br \/>\nindah? Mengapa bunga \u2013 bunga cinta itu kini harus menjelma jadi pohon \u2013 pohon<br \/>\nkaktus berduri tajam yang mengganjal hatiku? Mengapa?!<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Bumi tak menjawab. Langit tak menjawab. Pepohonan bungkam.<br \/>\nSemua diam membisu. Hanyalah desir angin yang kudengar pelan berhembus menuntun<br \/>\nlangkahku.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Dengan tertatih aku melangkahkan kami. Berjalan ke mana kaki<br \/>\nini membawaku pergi. Kutahan semua rasa sakit. Terus berjalan mencari kehidupan<br \/>\ndi sini. Aku tak ingin berputus asa. Aku tak mau mati di sini sendiri. Aku<br \/>\nyakin di sini ada kehidupan. Walaupun, sudah satu minggu aku menjelajahi pulau<br \/>\nini, dan tak menemukan makhluk apapun, selain lebatnya pohon \u2013 pohon yang<br \/>\nmenyusun rindangnya hutan belantara.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Lukaku semakin parah. Darah \u2013 darah segar menetes keluar<br \/>\ndari sayapku yang patah. Aku tak kuat lagi berjalan. Rasa ini terlalu sakit.<br \/>\nKakiku pun lecet dan lebam. Di bawah pohon rindang dekat bibir pantai aku<br \/>\nmemilih istirahat.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Kepalaku pusing tujuh keliling. Pandanganku kabur. Samar<br \/>\nkulihat corak alam yang terhampar di hadapan, buram hitam putih.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Aku mengedarkan pandanganku yang buram ke segala penjuru.<br \/>\nTak sengaja ekor mataku menangkap sosok aneh di tengah laut. <o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Aku bangkit berdiri. Aneh, kepalaku tak lagi pening.<br \/>\nPandanganku kembali normal. Kali ini dengan jelas aku dapat melihat makhluk<br \/>\nitu. Seperti kucing. Ya, anak kucing yang tercebur&nbsp; meronta \u2013 ronta,<br \/>\nmencoba untuk selamatkan diri.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Lalu, aku melihat seekor anjing kintamani hitam keluar dari<br \/>\nhutan dan berlari kencang kearah laut. Anjing itu berenang menyelamatkan anak<br \/>\nkucing yang hampir tenggelam.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Ini sungguh aneh, tapi ini nyata. Aku menyaksikan seekor<br \/>\nanjing menyelamatkan anak kucing. Bukankah anjing sama kucing itu musuh<br \/>\nbebuyutan?<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Dengan perasaan heran aku mendekati mereka. Merekalah yang<br \/>\nselama ini aku cari, makhluk hidup penghuni pulau asing ini selain pohon.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Anjing itu menjemput kedatanganku dengan tatapan tajam. Aku<br \/>\nseperti dilumatnya mentah \u2013 mentah.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">\u201cKenapa? Kau heran melihatku melakukan ini semua?!\u201d Kata<br \/>\nanjing itu terdengar jelas di telingaku. Aku kaget tak kepalang. Anjing itu<br \/>\nbisa bahasa manusia. Lidahku kelu untuk berkata. Aku masih kaget. Aku tak bisa<br \/>\nmenjawabnya.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">\u201cAku tahu, kau pasti kaget melihatku melakukan ini semua,<br \/>\ndan aku bisa bicara dengan bahasamu?\u201d Tanyanya menohokku.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Lidahku masih terasa kelu. Aku masih tak bisa bersuara.<br \/>\nDengan mengangguk aku menjawabnya. <o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">\u201cAku adalah penjaga pulau ini. Aku wajib melindungi semua<br \/>\nmakhluk yang ada di pulau ini dengan penuh cinta.\u201d<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">\u201cTapi, bukankah kucing itu adalah musuh abadimu?\u201d suaraku<br \/>\nkeluar melontarkan pertanyaan.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Anjing itu tersenyum. \u201cItulah cinta. ia tak pernah melihat<br \/>\nsiapa yang ia berikan kasih. Dan ia tak pernah berharap menerima, hanya memberi<br \/>\ndengan sepenuh jiwa.\u201d<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">\u201cCinta?\u201d Ucapku tak mengerti.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">\u201cHai, orang asing. Ketahuilah, siapa yang hidup bagi dirinya<br \/>\nsendiri, ia akan hidup sebagai manusia kecil dan mati sebagai orang kecil.<br \/>\nTapi, siapa yang hidup bagi orang lain, ia hidup sebagai manusia besar dan<br \/>\ntakkan mati selamanya. Kau hanya manusia kecil yang cinta hanya pada dirimu<br \/>\nsaja.\u201d Ujarnya.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">\u201cTidak!!! Aku mencintai bidadariku sepenuh hati. Aku mengejarnya<br \/>\nhingga aku terdampar di sini.\u201d Tukasku membantahnya.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">\u201cItulah bukti kalau kau hanya cinta pada dirimu sendiri. Kau<br \/>\nbegitu sakit ditinggal pergi pasanganmu sampai kau tak peduli pada orang \u2013<br \/>\norang di sampingmu. Kau tak peduli pada orang \u2013 orang yang telah memberikan<br \/>\ncintanya sepenuh hati untukmu. Hingga kau terdampar di sini, terpenjara dalam<br \/>\nsunyi dan kerinduan teramat dalam yang kau buat sendiri dalam pikiranmu.\u201d<br \/>\nJawabnya.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">\u201cApa?!!\u201d<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">\u201cIya. Tempat ini adalah penjara bagi orang \u2013 orang<br \/>\nsepertimu. Kau akan terpenjara di sini sampai kau bisa&nbsp; keluar dari<br \/>\nkematian perasaanmu, sampai kau bisa merasakan hadirnya cinta di sekelilingmu,<br \/>\nsampai kau bisa mempersembahkan cinta pada semua makhluk di muka bumi ini,<br \/>\ntanpa ada harap menerima.\u201d Kata Anjing itu sambil berlalu pergi meninggalkanku.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Persendianku terasa lemas. Tubuhku amblas jatuh ke pantai<br \/>\nberpasir putih. Apa maksudnya ini?<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">\u201cKau tidak hidup untuk dirimu sendiri, tapi juga untuk orang<br \/>\nlain yang ada di sekitarmu. Coba lihat dirimu! Memenjarakan diri dengan tak<br \/>\nmendengarkan apa isi hati orang \u2013 orang yang ada di sekitarmu!\u201d Kucing yang<br \/>\ntadi diselamatkan anjing kintamani itu mengeluarkan suaranya, berujar.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Aku tertunduk mendengarnya. Aku sudah bisa menerima<br \/>\nkenyataan ini. Benar, aku tak hidup untuk diriku saja, tapi juga untuk orang<br \/>\nlain. Benar aku telah begitu sakit hati ditinggal pergi bidadariku.<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Tapi, aku ingin jadi orang kerdil. Aku tak mau terus berada<br \/>\ndi penjara ini. Aku harus bangkit. Harus!!!<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">Langit biru begitu bersih terhampar. Aku harus kembali ke<br \/>\ndunia nyata. Harus! Aku akan belajar mempersembahkan cinta setulus hati, tanpa<br \/>\nada harap menerima. Sambil mengobati sayap patah cintaku. Aku akan kembali<br \/>\nterbang ke duniaku. Aku akan&nbsp; kembali!<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 200%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;\"><span style=\"font-family: &quot;Times New Roman&quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 200%; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;;\">&nbsp;<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n<p><o:p>&nbsp;<\/o:p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aku tak sanggup lagi mengejarnya. Ia telah terbang tinggi dan pergi menjauh. Sedangkan aku tertinggal di sini menahan luka. Meradang menahan sakit akibat luka yang ia pahat sebelum tinggalkanku. Ah, andai saja tubuhku tak luka. Andai saja sayapku tak patah. Andai saja sayapku dapat mengepak kuat. Aku akan terbang lagi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=68"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=68"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=68"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=68"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}