{"id":81,"date":"2021-06-06T09:17:00","date_gmt":"2021-06-06T09:17:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2021\/06\/06\/menara-pengawas-tsunami\/"},"modified":"2021-06-06T09:17:00","modified_gmt":"2021-06-06T09:17:00","slug":"menara-pengawas-tsunami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/2021\/06\/06\/menara-pengawas-tsunami\/","title":{"rendered":"Menara Pengawas Tsunami"},"content":{"rendered":"<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-ubeyk17Ygw4\/YNhFh20AYsI\/AAAAAAAAE48\/MuEYiRZNDN4UVqT9adh-RRWXEllGwCSawCLcBGAsYHQ\/s1024\/IMG_20210627_163122.JPG\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"576\" data-original-width=\"1024\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-ubeyk17Ygw4\/YNhFh20AYsI\/AAAAAAAAE48\/MuEYiRZNDN4UVqT9adh-RRWXEllGwCSawCLcBGAsYHQ\/s320\/IMG_20210627_163122.JPG\" width=\"320\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pada masa libur sekolah. Seorang anak kelas lima bernama Andi berlibur ke rumah kakeknya yang tinggal di sebuah desa dekat pesisir pantai.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Rencananya dua minggu Andi di sana untuk berlibur dan belajar hal-hal baru yang tidak ditemuinya di kota.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sesampainya di rumah kakek, Andi sangat bahagia karena sudah lama tidak ketemu dengan kakeknya. Terakhir ketemu pas lebaran tahun lalu. Tapi karena kecapekan, setelah bertemu kakek dan meletakkan barang-barangnya, Andi langsung istirahat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Keesokan harinya, Andi langsung bermain bersama Arif, temannya selama di desa kakek. Mereka bermain air dan berenang di pantai.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sampai mata Andi tidak sengaja melihat sebuah menara berdiri di sebuah bukit agak jauh dari pantai. Andi bingung melihatnya, karena ketika ia berlibur tahun lalu menara itu belum ada.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cRif, itu menara apaan yah?\u201d Tanya Andi sambil jemari telunjukknya mengarah ke menara.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Arif menengok ke arah Andi, \u201coh, itu. Itu menara pengawas Tsunami. Baru dibangun tiga bulan yang lalu\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cTsunami? Apaan tuh?\u201d Tanya Andi penasaran<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Arif garuk-garuk kepala bingung mau jawab apa.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cloh kok, garuk-garuk kepala?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201chmm, pokoknya kalau ada tsunami kita lari ke bukit. Yang sering cerita itu kakekmu, Andi\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKakek? Yuk kita tanya kakek! Aku penasaran nih.\u201d Ajak Andi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mereka berdua pun pergi ke rumah kakek. Ternyata kakeknya Andi sedang duduk membaca Koran di teras rumah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201ckek, tadi Andi lihat ada menara di bukit. Kata Arif itu menara pengawas tsunami. Tsunami itu apa sih, kek?\u201d tanya Andi pada kekaknya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kakeknya Andi langsung meletakkan Koran. Ia menatap Andi penuh kasih sayang. \u201ccucu mau tahu tentang tsunami?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Andi mengangguk.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cbaiklah kakek akan cerita\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201chore!\u201d teriak Andi senang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kakek kemudian mulai bercerita,<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cDengarlah suatu kisah. Pada zaman dahulu kala. Ada suatu desa yang tenggelam. Begitulah dituturkan oleh nenek moyang kita. Awalanya desa itu diguncang gempa kemudia disusul air laut yang surut. Tiba-tiba tenggelamlah seluruh desa itu..<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Nak, jika gempanya kuat. Disusul air laut yang surut. Segera carilah tempat&nbsp; di dataran tinggi agar selamat. Itulah tsunami namanya. Sejarah nenek moyang kita. Ingatlah ini semua!.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Andi ternyata masih bingung. Ia kemudian bertanya, \u201ckek, kalau air pantai surut kan pasti banyak ikannya tuh, kenapa harus lari ke bukit? Trus kenapa juga desanya bisa tenggelam, kan airnya surut?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kakek tersenyum mendengar pertanyaan Andi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cItu karena pertanda akan datang gelombang besar yang tingginya setinggi pohon kepala. Kalau tidak pergi ke bukit kita akan terseret oleh gelombang itu, itulah tsunami.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201coh begitu. Serem juga yah tsunami itu\u201d kata Andi lagi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cBetul itu!\u201d kata Arif yang dari tadi cuma mendengarkan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Arif kemudian meminta izin pada kakek untuk mengajak Andi ke menara pengawas. Dan dengan senang hati kakek mengizinkannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Akhirnya Andi dan Arif pergi ke menara pengawas di kampung utara dengan naik sepeda. Ternyata petugas di sana adalah pamannya Arif yang bernama mang Udin. Andi dan Arif disambut dengan ceria oleh mang Udin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cmang ini teman Arif, namanya Andi\u201d Arif memperkenalkan Andi pada mang Udin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mang Udin kemudian mengajak Arif dan Andi naik ke atas menara pengawas yang tingginya melibihi tinggi pohon kelapa. Awalnya Andi yang tidak biasa naik tangga setinggi itu kecapekan. Tapi pas tiba di atas menara. Andi bisa melihat pemandangan kampung kakeknya dan pantai yang sangat indah dari atas menara yang menjulang berdiri di bukit itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ternyata di menara itu ada teropong besar sekali mengahadap ke laut terus ada juga tombol yang bertuliskan alarm.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Andi yang baru melihat dua benda aneh itu langsung bertanya. \u201cMang, buat apa teropong sebesar itu?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mang Udin tersenyum mendengar pertanyaan dari Andi. Ia pun menjelaskan bahwa<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cteropong itu untuk sengaja diarahkan ke laut untuk melihat air laut kalau surut. Dan kalau setelah gempa tiba-tiba air laut surut, maka mang Udin akan menekan tombol alarm. Nah, alarm ini akan berbunyi sangat keras yang bunyinya bisa kedengaran hingga kecamatan. Ini buat memberitahu warga kalau terjadi bencana tsunami, terus warga yang mendengar alarm akan pergi menuju bukit untuk menyelamatkan diri. Begitu Andi.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOh begitu\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Andi dan Arif kemudian diajarkan cara menggunakan teropong oleh Mang Udin. Mereka berada di menara pengawas itu sampai sore hari. Setelah itu mereka pulang ke kampungnya di pesisir pantai.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Liburan sekolah ini benar-benar memberika pengalaman baru bagi Andi. Ia bisa belajar menggunakan teropong dan tahu apa itu tsunami dan tahu apa yang harus dilakukan kalau tsunami datang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">***<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada masa libur sekolah. Seorang anak kelas lima bernama Andi berlibur ke rumah kakeknya yang tinggal di sebuah desa dekat pesisir pantai. Rencananya dua minggu Andi di sana untuk berlibur dan belajar hal-hal baru yang tidak ditemuinya di kota. Sesampainya di rumah kakek, Andi sangat bahagia karena sudah lama tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ahmadyunussukardi.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}