Setiap orang perlu mengambil proyek
besar paling tidak sekali dalam hidupnya. Saya mendedikasikan hampir
seluruh hidup saya untuk menciptakan janis mesin tenun yang baru.
Sekarang, saatnya giliranmu. Kamu harus berusaha sungguh-sungguh untuk
menyelesaikan sesuatu yang akan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kalimat di atas adalah pesan dari
Sakichi Toyoda kepada anaknya, Kiichiro Toyada. Padahal Kiichiro Toyada
adalah seorang anak kerempeng dan sakit-sakitan. Jadinya Banyak banget
orang yang nganggep kalo Kiichiro tidak punya fisik yang mendukung untuk
menjadi pemimpin yang baik. Apalagi mengambil proyek besar.
Akan tetapi sang ayah tidak sependapat dengan pandangan tersebut.
Sakichi memberi tugas kepada anaknya Kiichiro untuk belajar membuat
mobil. Awal tujuannya bukan untuk mengembangkan bisnis. Tapi untuk
memberi kesempatan kepada ankanya untuk melakukan sesuatu yang besar
dalam hidupnya. Sakichi ingin Kiichiro mempunyai kesempatan membuat
kontribusi kepada umat manusia, sama halnya dengan kesempatan istimewa
yang ia alami dalam memberi kontribusi melalui mesin tenun.
Akhirnya Kiichiro pun dikirim untuk
sekolah di Tokyo Imperial University, mengambil jurusan Teknik Mesin
dengan fokus pada teknologi teknologi mesin. Mengikuti jejak ayahnya,
Kiichiro juga selalu belajar melalui praktik ato istilah kerennya
learning by doing.
Dalam membuat mesin, bagian tersulit
adalah mengecor blok mesin. Kiichiro melakukannya sendiri dengan membuat
mesin kecil, terus menerus hingga berhasil. Usaha Kiichiro akhirnya
menjadi Toyota Automative Company, salah satu perusahaan mobil terbaik
dunia.
Kisah di atas adalah kutipan dari buku
The Toyota Way, karya Jeffrey K Liker. Ada bersit inspirasi di sana,
bahwa kita harus punya minimal satu proyek dalam hidup kita yang
bermanfaat bagi orang lain, apapun proyek itu.
Proyek (bisa juga kita sebut sebagai
cita-cita hidup kita alias tujuan hidup kita) apapun yang bisa kita
pancang, insyaallah akan memberikan hasil walau mungkin banyak rintangan
yang menghadang kita. Seperti kiichiro dalam kisah di atas. Guys, plis
jangan bilang engga mampu buat bikin proyek pribadi yang bermanfaat bagi
orang lain, karena setiap orang awalnya tidak mampu berbuat apa-apa,
tapi bisa terus belajar dan akhirnya bisa serta terbiasa. Lagi pula
orang dengan tujuan yang jelas akan mencapai kemajuan walaupun jalan
yang ditempuhnya berliku. Namun, orang tanpa tujuan yang jelas tidak
akan mencapai kemajuan walau jalan yang ditempuh lurus-lurus aja.
Kita tonton dulu salah satu proyek sosial Indonesia Mengajar yang digagas oleh Anies R Baswedan di bawah ini:
Ayo berbuat untuk kebaikan, karena
dalam ajaran agama Islam kita diajarkan bahwa sebaik-baiknya muslim
adalah yang paling banyak mnafaatnya bagi orang lain!

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *