Kali ini saya akan berbagi sedikit tips tentang merawat buku. Kebetulan saya punya beberapa koleksi buku, jadi tips ini semoga bermanfaat juga buat kamu yang punya koleksi banyak buku. Ilmu pengetahuan atau cerita fiksi bisa bertahan lama melewati dekade waktu, namun buku fisik tempatnya tercatat belum tentu bertahan lama. Karena itu penting untuk merawat buku yang kita koleksi.
  • Pilihlah tempat penyimpanan buku yang kering atau rak buku yang kering dan letakkan pada ruangan yang cukup lapang, berjendela atau paling tidak memiliki ventilasi udara yang baik. Jangan taruh koleksi buku di tempat yang lembab, karena buku akan cepat rusak, baik oleh udara lembab, jamur, debu, maupun ngengat (kutu buku).
  • Jangan meletakkan buku di lantai atau terlalu dekat dengan lantai karena bisa memancing kelembaban. Usahakan pilih rak buku yang memiliki kaki, jadi koleksi buku tidak menyentuh lantai.
  • Agar halaman buku tidak cepat melekat satu sama lain, apalagi untuk buku-buku yang jarang dibaca ulang. Usahakan posisi buku diletakkan berdiri dengan punggung buku mengarah vertikal.
  • Jangan membariskan buku terlalu rapat. Selain itu, buku juga jangan dibebani dengan tumpukan benda-benda berat di atasnya. Karena hal tersebut bisa menyebabkan buku mudah kusut, melengkung, halaman merekat, dan jilidan buku jadi cepat rapuh.
  • Bersihkan rak buku secara teratur. Bukan hanya bagian luar rak buku, sebaiknya bagian dalam rak buku juga dibersihkan, bahkan pada buku itu sendiri.
  • Sesekali, misal enam bulan sekali angin-anginkan buku di udara terbuka. Bukan hanya dengan menurunkan buku dari raknya, tetapi juga dengan cara membuka dan mengangin-anginkan lembaran halamannya. Cara mengangin-anginkan ini dapat mencegah kemungkinan terjadinya kelembaban, sekaligus untuk mewaspadai kalau-kalau ada jamur, ngengat, atau kerusakan yang terjadi diam-diam pada buku. 
  • Taburi pojok-pojok rak buku dengan kamper atau kapur barus. Cara ini mampu mecegah datanganya kutu buku atau ngengat. Sedikit perhatian, pilihlah kapur barus yang tidak berwarna, karena kapur barus yang berwarna biasanya meninggalkan noda pada buku ketika bahan utamanya habis.
  • Selain kapur barus, untuk mencegah kelembaban dapat juga memanfaatkan bahan penyerap kelembaban semacam silica gel atau serap air, ganti bahan tersebut tiap kali sudah penuh dengan air.
  • Jangan melipat buku ketika menandai halaman yang anda baca karena akan menyebabkan bekas guratan pada halaman buku dan mempercepat kerapuhan jilidan buku. Untuk menandai batas halaman, gunakan lah pembatas buku.
  • Begitu pula, jangan biasakan diri mengkopi buku, karena jilidan buku akan cepat rapuh akibat ditekan keras-keras saat memfotocopy.
  • Jika buku yang anda baca kena air, misal kopi atau teh, jangan digarang atau dipanaskan di bawah matahari karena akan membuat halaman buku bergelombang, cukup diangin-anginkan saja tanpa kena sinar matahari.
  • Jangan lupa kasih nama atau penanda bahwa buku tersebut adalah koleksi anda, percuma juga jika sudah dirawat baik-baik tapi akhirya raib juga karena anda lupa kasih nama dan yang pinjam buku lupa mengembalikan pada anda.
Oke sekian pembahasan kali ini. Tips di atas diolah dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat dan semoga buku anda lebih awet serta bermanfaat lebih banyak bagi anda sendiri dan lingkungan anda. 
Salam
Gintung, 31 Januari 2018

Categories: literasi

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *