Sego Megono atau Nasi Megono adalah hidangan khas Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah yang terbuat dari nasi putih yang dimasak bersama dengan berbagai sayuran, bumbu rempah, dan teri. Sego Megono biasanya disajikan dengan berbagai lauk pauk seperti tempe kemul, telur balado, sambal, dan lalapan. Makanan ini jadi list pertama yang mau saya cicipi bersama isteri saat liburan ke Dieng.

Nama “Megono” sendiri berasal dari bahasa Jawa “Merga Ana” yang berarti “karena ada”. Hal ini merujuk pada asal mula hidangan ini yang konon diciptakan oleh masyarakat Dieng yang memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar mereka.

sego megono pak yunus

Bahan-bahan utama Sego Megono:

  • Nasi putih
  • Sayuran, seperti kubis, wortel, daun bawang, dan kacang panjang
  • Teri basah
  • Bumbu rempah, seperti bawang merah, bawang putih, cabai, kemiri, jahe, dan laos
  • Santan
  • Garam dan gula

Ciri khas Sego Megono:

  • Rasa gurih dan pedas: Sego Megono memiliki rasa gurih yang berasal dari santan dan bumbu rempah, serta rasa pedas dari cabai.
  • Tekstur nasi yang pulen: Nasi dimasak bersama dengan sayuran dan bumbu rempah, sehingga teksturnya menjadi pulen dan beraroma harum. Untuk ciri yang satu ini, semakin ke sini semakin sulit ditemukan. Kebanyakan penjual saat ini tidak mencampur nasi dan sayur mayur sedari proses menanak/mengukus. Biasanya nasi dan sayur disiapkan secara terpisah. Ketika ada pembeli datang, barulah nasi dicampur dengan sayur kubis/kol dan bahan pendukung lain.
  • Kaya akan vitamin dan mineral: Sego Megono kaya akan vitamin dan mineral dari sayuran yang digunakan.

Sarapan di Sego Megono Pak Yunus

Salah satu tempat makanan sego megono yang kami kunjungi adalah sego megono Pak Yunus tempat ini muncul di hasil pencarian Google Maps karena jaraknya yang dekat dengan tempat kami menginap di Urbanview Hotel Umbrella Garung. Tempatnya cukup sederhana namun rame oleh pengunjung terutama mereka yang mencari sarapan.

Sego megono Pak Yunus ini adalah tipe sego megono yang cara masaknya dipisah antara nasi dengan sayurannya. Ketika ada pembeli datang, barulah nasi dicampur dengan sayur. Kelebihannya, tentu bila ada sisa dagangan yang tidak habis, nasi putih masih bisa “diselamatkan”, untuk diolah dalam bentuk lain. Secara bisnis, ini lebih efisien dibandingkan dengan cara langsung ditanak nasi dan sayurannya. Untuk tipe yang langsung ditanak kalau dagangannya tidak habis, akan terbuang sia-sia, mengingat sayur-mayur yang digunakan mudah busuk. 

Berdasarkan review dari Google Maps sego megono pak Yunus ini memiliki Bintang 4,9. Di tempat ini kami memesan dua porsi sego mogono dan 4 gorengan. Total uang yang kami habiskan untuk semua pesanan tersebut hanya Rp11.000. Harga yang sangat murah untuk sebuah makanan yang enak dan kenyang.

Sego Megono adalah hidangan sederhana namun lezat yang wajib dicoba saat berkunjung ke Dieng. Rasanya yang gurih, pedas, dan teksturnya yang pulen akan membuat Anda ketagihan.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *