Belakangan
ini nomor saya sering sekali berdering, banyak panggilan masuk yang
nomornya tidak dikenal.Meski demikian, saya sadar diri bahwa nomor ini
adalah nomor terbuka dan nomor bisnis, siapa saja bisa menemukan lewat
dukun modern bernama mbah google.Dan lewat terawangan si mbah google,
seorang staf sebuah PH menemukan nomor saya.
“Met siang pak yunus, saya tyo dari global tv, bapak yang ngelola peternakan bebek? Kami ingin syuting di tempat bapak?”
Suara di seberang sana memulai percakapan dan saya pun seperti terkesima.

Tanpa banyak kata langsung mengiyakan, “Bisa”.
Bagi
saya permintaan mereka adalah sebuah penghargaan bagi saya dan peternak
yang saya naungi. Juga sebuah kepercayaan untuk mengangkat apa yang
sudah kami lakukan. Dan pastinya promosi gratis untuk bisa dilihat
banyak orang.
Singkat
cerita, sabtu tanggal 26 Desember 2015, saya kedatangan tamu.Kedatangan
pertama ini untuk survei lokasi.Lokasi mana saja yang bagus untuk
pengambilan gambar. Hasilnya ada empat lokasi yang akan dijadikan tempat
syuting.
Nah,
saya bertanya ke mereka untuk program apa syuting di tempat saya?
Ternyata saya keliru, saya kira dokumenter.Dengan baik hati mereka
menjelaskan bahwa Global TV punya program baru, judulnya Turis
Rempong.mereka juga mengatakan bahwa tempat saya adalah lokasi pertama
dan syuting perdana. Walah, merasa terhormat sudah dipilih jadi yang
pertamax.
Hari H
Akhirnya
hari yang disepakati, senin, 28 Desember 2015 datang juga. Meski saya
cukup kaget, mereka datang pagi sekali, jam tujuh pagi sudah stand by di
sepatan. Saya kira jam delapanan mereka baru nyampe.
Langsung ke lokasi pertama, persawahan tak jauh dari balai desa
Sukadiri.Wah yang nunggu sudah banyak, harap maklum sebelumnya tidak
pernah ada syuting di sini.Sampai ibu-ibu lupa masak.Scene pertama ini
ceritanya bule nyasar.
Lokasi
kedua di kandang penampungan.Letaknya di desa pekayon, tidak jauh dari
lokasi pertama.Sama seperti di lokasi pertama, penonton melimpah cuy.
Lagi-lagi para ibu dan abg bereput selfie sama si bule. Di lokasi kedua
ini, bulenya belajar 
cara merawat bebek.
Lokasi
ketiga jaraknya lumayan jauh dari lokasi pertama, berada di kampung
Pabuaran Ds. Mekar Kondang.Di tempat ketiga ini penontonnya jauh lebih
membludak, bahkan ibu-ibunya sudah nunggu dari jam 1 siang, padahal crew
datang jam 5 kurang dikit.Di lokasi ketiga ini, si bule belajar
membuat 
telur asin.
Akhirnya
lokasi terakhir, mengambil tempat di rumah paman saya.Berbeda dengan
tempat-tempat sebelumnya, tidak ada penonton yang membludak, soalnya
tempatnya berjarak dengan pemukiman, dan hanya keluarga besar saja yang
hadir.Di lokasi ini, si bule belajar masak dengan bibi saya. Menunya
hot: goreng bebek sambal nanas.
Dan syuting pun berakhir tepat jam 9 malam. Lama juga yah?
Oh
yah, si bulenya belum dikenalin. Berikut foto si bule yang bikin
emak-emak pada antusias dan gak mau ngalah sama abg-abg buat selfie
Namanya Ricardo biasa dipanggil Rico, aseli dari Belanda.Lima bulan sudah tinggal di Indonesia. Sayangnya sudah menikah…
Btw saksikan di Global TV hari selasa 19 Januari 2016, jamnya menyusul

bagi yang kelewat masih bisa lihat videonya di sini
Kategori: Jurnal

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *