Warga Tangerang, khusunya daerah pesisir pantai sedang heboh soal seekor ikan hiu tutul muncul di laut utara Kabupaten Tangerang, Banten. Penampakan hiu tersebut terekam oleh video nelayan dan viral di media sosial.

Kasatpolair Polresta Tangerang, AKP Rony Effendi membenarkan kejadian tersebut. Seperti yang dilansir Kompas.com, Hiu tutul tersebut, kata Rony, muncul pada Rabu (11/11/2020) pagi di sekitar bagan nelayan di perairan Teluk Naga, Tangerang. Selain Perairan Teluk Naga, ikan besar tersebut terkonfirmasi pernah terlihat di wilayah perairan Tanjung Kait Kecamatan Mauk saat pergantian musim dari angin timur ke musim angin barat.

Hiu Tutul memang sering terlihat di perairan utara Tangerang. Beberapa tahun silam, hiu tutul pernah mati terdampar di perairan Kronjo. Sebenarnya bukan hanya hiu tutul yang sering terlihat di perairan utara Tangerang, di jalur feri Rawasaban ke pulau pramuka kita juga bisa menemukan ikan lumba-lumba.

Hiu tutul sendiri nama resminya adalah hiu paus. Sebutan hiu paus karena memiliki ukuran paling besar dibandingkan jenis hiu lainnya, Hiu tutul bisa tumbuh hingga mencapai panjang 12 meter dengan bobot bisa mencapai hingga 20 ton lebih. Di masyarakat luas,  penyebutan nama hiu tutul lebih familiar dibandingkan penyebutan hiu paus, karena tutul-tutul pada kulitnya yang memudahkan identifikasi jenis ikan besar ini. 

Perlukah panik dengan kemunculan hiu tutul? 

Jawabannya tidak. Hiu tutul bukanlah makhluk ganas yang menyerang manusia seperti hiu putih. Meskipun masuk dalam kelompok hiu, hiu tutul sedikit berbeda dengan hiu kebanyakan. Hiu ini dikenal sebagai hiu yang “jinak”. Hiu tutul tidak memiliki gigi yang tajam seperti hiu putih. 

Tidak ada laporan yang menyebutkan hiu tutul menyerang manusia. Berbeda dengan hiu putih yang dianggap predator berbadaran dingin, serta memiliki catatan penyerangan terhadap manusia. 

Makanan pokok hiu tutul adalah plankton, udang kecil dan ikan kecil. Hiu ini menggunakan sejenis penyaring untuk mendapatkan makanannya. 

Kemunculan hiu tutul diperaian Indonesia adalah hal yang wajar mengingat hiu yang nama ilmiahnya Rhincodon typus ini sebaran hidupnya memang di perairan tropis dan subtropis hangat. Hiu tutul memiliki habitat pelagis, yang menurut ahli perikanan berarti bahwa hiu jenis ini lebih banyak menghabiskan waktu di permukaan atau kolom perairan. Hiu ini dapat dijumpai di perairan lepas hingga perairan pantai, bahkan kadang masuk ke daerah laguna di pulau atol. 

Hiu tutul ini masuk kedalam ikan yang dilindungi di Indonesia. Keberadaan hiu imi dilindungi dengan status Perlindungan Penuh menurut Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus. Secara Internasional pun, hiu tutul termasuk ikan yang dilindungi dengan masuk ke dalam daftar CITES Appendix II pada tahun 2003.

Categories: Jurnal

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *