Foto ini adalah hasil panen hari ini dari satu rumpun tanaman umbi jalar. Salah satu hasil dari peralihan tanaman hias ke tanaman pangan (dahulu saya pernah menulis panjang kali lebar aksi ini dengan judul From ornamental to Edible Plant: Mitigasi Perubahan Iklim bidang pangan) adalah memulai menanam umbi jalar sejak tahun lalu. Mulanya di pot galon bekas.  Lalu sebagian di tanah. 

Umbinya menjadi umbi terbesar yang pernah saya panen. Sebesar kepala manusia. Bisa jadi karena usia tanamnya yang sudah lebih dari 3 bulan. Di tanam di tanah yang banyak humusnya pula. 

Hasil panen kali ini dijadikan makanan tradisional gegado. Gegado ini adalah irisan umbi yang dicampur adonan terigu. Cara buatnya mirip bakwan. Teksturnya menyerap sambal dan cuka. Rasanya nikmat jika dicelup ke dalam. Cuka mpek-mpek. Makanya dibuat gegado mumpung masih ada stok cuka di rumah. 

Pada akhirnya, kita bisa makan dari apa yang kita tanam. Menurut mbak @britaniasari Salah satu kemampuan yang harus dimiliki adalah bisa menanam apa yang kita makan. Menanam tanaman pangan itu, ikut juga menjaga ketahanan pangan keluarga, dan keamanan dompet tentunya.

Sekian, selamat makan!


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *