Salah satu tanaman yang menjadi favorit saya untuk ditanam sebagai bagian dari misi From ornamental to Edible Plant adalah bayam brazil. Bayam Brazil (Alternanthera sissoo) merupakan salah satu tanaman pangan yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Indonesia. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan dan telah lama dibudidayakan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Potensi Bayam Brazil sebagai sumber pangan

Potensi bayam Brazil sebagai sumber pangan dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu:

Kandungan gizi yang tinggi

Bayam Brazil merupakan sumber vitamin dan mineral yang baik. Dalam 100 gram bayam Brazil, terkandung:

Vitamin A: 7-8 mg

Vitamin C: 60-120 mg

Vitamin E: 1,2 mg

Vitamin K: 160 mcg

Zat besi: 4-9 mg

Kalsium: 300-450 mg

Fosfor: 100-150 mg

Magnesium: 40-60 mg

Kalium: 250-350 mg

Kandungan gizi yang tinggi ini menjadikan bayam Brazil sebagai sumber pangan yang bermanfaat untuk kesehatan. Bayam Brazil dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian tubuh, terutama bagi orang-orang yang memiliki pola makan yang tidak seimbang.

Mudah dibudidayakan

Bayam Brazil merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan. Tanaman ini dapat tumbuh di berbagai kondisi tanah dan iklim. Bayam Brazil juga dapat dibudidayakan di lahan sempit, seperti pekarangan rumah.

Budidaya bayam Brazil dapat dilakukan dengan cara menyemai biji atau stek. Biji bayam Brazil dapat ditanam langsung di lahan atau di persemaian terlebih dahulu. Stek bayam Brazil dapat diperoleh dari tanaman yang sudah berumur 2-3 bulan.

Saya sendiri lebih memilih cara stek untuk memperbanyak tanaman bayam brazil. Biasanya ketika akan dimasak, batangnya sengaja dipisah dari daun. Daunnya dimasak, sementara batangnya langsung ditancapkan ke dalam pot. Batang yang sudah ditancapkan ke dalam pot, tinggal disiram dan simpan ditempat teduh.  Dua sampai tiga hari akan muncul daun dan akar. 

Memiliki nilai estetika

Bayam Brazil memiliki bentuk daun yang indah dan berbentuk hati. Tanaman ini dapat digunakan sebagai tanaman hias di pekarangan rumah.

Berdasarkan potensi-potensi tersebut, bayam Brazil dapat menjadi salah satu alternatif sumber pangan yang dapat dikembangkan di Indonesia. Tanaman ini dapat dibudidayakan oleh masyarakat secara luas, baik di lahan pertanian maupun di pekarangan rumah.

Contoh Olahan Makanan dari Bayam Brazil

Beberapa contoh olahan bayam Brazil yang dapat dikonsumsi, antara lain: 

  • Bakwan bayam brazil adalah salah satu olahan bayam brazil yang paling populer. Olahan ini dibuat dengan mencampurkan bayam brazil, kol, wortel, tepung bakwan, dan telur. Bakwan bayam brazil memiliki tekstur yang renyah dan gurih.
  • Rolade tahu bayam brazil adalah olahan bayam brazil yang terbuat dari tahu, bayam brazil, dan telur. Olahan ini memiliki tekstur yang lembut dan gurih.
  • Tumis bayam brazil adalah olahan bayam brazil yang paling sederhana. Olahan ini dibuat dengan menumis bayam brazil dengan bawang merah, bawang putih, dan bumbu-bumbu lainnya. Tumis bayam brazil memiliki rasa yang segar dan gurih.
  • Bobor bayam brazil adalah olahan bayam brazil yang berkuah. Olahan ini dibuat dengan memasak bayam brazil dalam kuah santan yang gurih. Bobor bayam brazil memiliki rasa yang kaya dan nikmat.

Selain itu, bayam brazil juga dapat diolah menjadi berbagai macam hidangan lainnya, seperti sup bayam brazil, semur bayam brazil, dan sambal bayam brazil.

Cara Menanam Bayam Brazil

Menanam bayam Brazil  itu gampang! Berikut langkah-langkah dasar menanam bayam brazil:

Persiapan:

  • Media tanam: Siapkan media tanam berupa campuran tanah, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Anda bisa menggunakan pot, polybag, atau langsung menanam di tanah.
  • Benih: Benih bayam brazil bisa dibeli di toko pertanian atau online. Anda juga bisa menggunakan batang bayam brazil yang cukup tua untuk stek.

Penanaman:

  • Benih: Taburkan 2-3 biji benih bayam brazil pada media tanam sedalam sekitar 0,5 cm. Jaga kelembaban media tanam dengan penyiraman rutin.
  • Stek: Potong batang bayam brazil sekitar 10-15 cm dengan 3-4 ruas daun. Tanamkan batang stek pada media tanam sedalam sekitar 5 cm. Siram secukupnya dan jaga kelembaban.

Pemeliharaan:

  • Penyiraman: Siram bayam brazil secara rutin, terutama saat cuaca panas. Pastikan media tanam tidak terlalu basah atau kering.
  • Pemupukan: Berikan pupuk organik cair secukupnya setiap 2-3 minggu sekali.
  • Penyiangan: Singkirkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman bayam brazil agar tidak mengganggu pertumbuhannya.
  • Pemanenan: Panen daun bayam brazil bisa dilakukan setelah sekitar 4-6 minggu tanam. Petik daun terluar yang sudah cukup besar, sisakan beberapa daun muda untuk pertumbuhan selanjutnya.

Tips tambahan:

  • Bayam brazil menyukai sinar matahari penuh, namun bisa juga ditanam di tempat teduh sebagian.
  • Bayam brazil termasuk tanaman yang tahan terhadap hama dan penyakit.
  • Bayam brazil dapat dipanen berkali-kali selama masa hidupnya, cukup dengan merawatnya dengan baik.

Dengan mengikuti langkah-langkah sederhana ini, Anda bisa menikmati panen bayam brazil yang segar dan bergizi untuk kebutuhan dapur Anda. Selamat mencoba!

Kategori: Urban Farming

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *