Kali ini kita akan membahas tentang Kewirausahaan Sosial. tema kewirausahaan sosial akan dibagi menjadi beberapa bagian. Pada bagian 1 kita akan belajar Pengenalan apa itu kewirausahaan sosial.

Perbedaan kewirausahaan Konvensional dan kewirausahaan sosial 

Berbicara mengenai perbedaan antara kewirausahaan konvensional dan kewirausahaan sosial, maka kita bisa melihat dari dua sudut pandang. Yang pertama adalah dari sudut pandangan kemunculan,  kewirausahaan konvensional muncul karena ada peluang usaha, sedangkan kewirausahaan sosial muncul karena adanya permasalahan sosial. Sementara dari sudut pandang kedua adalah tujuan, tujuan utama seseorang melakukan usaha adalah mencari keuntungan, sedangkan kewirausahaan sosial tujuan utamanya adalah bukan keuntungan tapi mencoba menciptakan dampak sosial kepada masyarakat.  Meskipun seorang wirausaha sosial melakukan aktivitas bisnis yang sama dengan seorang wirausaha, tapi tujuannya usaha sosial ini sangat berbeda karena salah satu yang membedakan adalah mereka ingin memberikan sebuah perubahan positif dari dampak kepada masyarakat.

Seorang pengusaha atau seorang wirausaha sosial pada dasarnya mereka menghargai akumulasi kekayaan dan keuntungan yang dihasilkan dari proses. Jadi bukan dari uang yang dihasilkan, betul bahwa uang itu memang diperlukan khusus secara politik tapi ruang ini ditujukan hanya untuk menciptakan dampak sosial yang positif kepada masyarakat. 

Permasalahan Sosial dan Inovasi Sosial

Tujuan suatu bisnis itu dijalankan jika pada kewirausahaan sosial adalah menyelesaikan permasalahan sosial. Nah apa saja permasalahan sosial yang dimaksud di sini? Pada kewirausahaan sosial kita mengenal ada 3 P dalam permasalahan sosial atau triple button line. Pertama adalah people yaitu permasalahan-permasalahan sosial yang berkaitan dengan people (masyarakat) seperti kemiskinan. kelaparan. perdagangan orang secara bebas dan juga yang lain-lain. Kedua adalah planet, permasalahan sosial dalam lingkup planet ini adalah yang termasuk permasalahan lingkungan seperti permasalahan sampah yang mengakibatkan kerusakan lingkungan, kemudian seperti penggunaan energi yang terbarukan dan juga seperti bencana sosial seperti kebakaran hutan dan lain-lain. P yang ketiga adalah profit, di mana semua bisnis tentunya memerlukan profit untuk bisnis tersebut dapat terus berjalan, dapat terus sukses. Nah yang perlu diperhatikan pada kewirausahaan sosial adalah profit yang didapatkan dari aktivitas bisnis yang berjalan perlu diinvestasikan kembali untuk pengembangan kewirausahaan sosial tersebut dan juga tujuan akhirnya yaitu untuk menciptakan dampak positif yang lebih besar.

Ada juga tambahan satu lagi dalam triple bottom line, menjadi quadruple bottom line yaitu culture impact. Culture impact ini berkaitan dengan nilai-nilai budaya yang perlu dilestarikan. Mengapa wilayah budaya termasuk permasalahan sosial? Karena nilai-nilai budaya tersebut dapat memperkaya suatu bangsa. Sehingga perlu diperhatikan juga dan menjadi suatu permasalahan sosial. 

Setelah mengetahui permasalahan-permasalahan sosial dalam kewirausahaan sosial, perlu dilakukan suatu inovasi yang berkaitan dengan permasalahan sosial tersebut yang kita sebut social innovation. Social innovation atau inovasi sosial adalah inovasi yang didasarkan untuk penyelesaian permasalahan sosial, yang tentunya bertujuan untuk membuat suatu solusi menjadi lebih efektif dan efisien. Inovasi sosial juga biasanya dapat menciptakan nilai baru yang berkaitan dengan triple buttom line tadi. Apakah membuat nilai baru untuk people, untuk sosial, Apakah membuat nilai baru untuk lingkungan, atau apa juga dapat berupa nilai baru untuk nilai budaya. inovasi terutama pada inovasi sosial tidak terikat pada inovasi produk saja. Inovasi dapat berupa produk, dapat berupa proses, dapat berupa market atau kita dapat menyebutnya dengan teknik marketing baru, dapat juga berupa inovasi dalam perubahan behavior (kebiasaan). Untuk inovasi produk seperti yang sudah kita temui beberapa kewirausahaan sosial menciptakan suatu produk baru yang belum ada dari produk sebelumnya yang tentunya bertujuan untuk menyelesaikan suatu permasalahan sosial, salah satunya dapat berupa proses pengolahan makanan yang diciptakan dari food waste dan mengolahnya kembali untuk bisa dimakan. Sedangkan untuk inovasi proses dilakukan bukan terhadap produknya, tetapi pada proses, bagaimana menciptakan suatu produk tersebut dengan melakukan proses efisiensi. Dari proses tersebut, maka kita juga dapat menciptakan nilai atau inovasi lebih dari suatu Proses penciptaan nilai tersebut. Sedangkan untuk inovasi market  adalah berkaitan dengan cara baru kita untuk memasarkan suatu produk. Tentu juga kita menginginkan untuk pemasaran yang lebih inovatif dan juga lebih efisien dan tidak membutuhkan waktu yang besar.  dan yang terakhir adalah perubahan kebiasaan atau inovatif behavior. Yang ditunjuk di sini adalah bagaimana kita dapat mengubah behavior atau kebiasaan dari seseorang. Contohnya ketika kita melakukan sebuah kampanye untuk melakukan green action, bagaimana kita mengurangi penggunaan plastik dengan seperti menggunakan sendok dari aluminium atau sedotan dari aluminium, kita sudah mengubah kebiasaan mereka untuk lebih menyayangi lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik.

Siapa itu wirausaha sosial

Apa itu pengusaha sosial atau biasa disebut social entrepreneur? Dari katanya kita sudah mengetahui bahwa social entrepreneur adalah orang yang menjalankan suatu kewirausahaan sosial yaitu seseorang yang memiliki Inovasi dan tentunya memiliki kepedulian terhadap permasalahan-permasalahan sosial. pengusaha sosial biasanya memiliki beberapa karakteristik. Ada lima karakteristik utama yang biasanya dimiliki oleh setiap pengusaha sosial.

  1. Kreatif dan inovatif. Kita telah mengetahui bahwa seorang pengusaha sosial menciptakan inovasi sosial terhadap masalah sosia yang mereka ingin diselesaikan. Dalam menciptakan inovasi sosial ini tentunya mereka telah melalui proses kreatif. Yaitu mereka telah mengeluarkan ide mereka dan biasanya ide tersebut tidak dimiliki oleh orang-orang lain atau Biasanya kita sebut dengan out of the box. 
  2. Business  Savvy atau memiliki pengetahuan-pengetahuan bisnis dan juga mereka dapat menjalankan  apa yang mereka bangun dengan nilai-nilai bisnis atau prinsip-prinsip dalam bisnis. Tentunya prinsip dalam bisnis adalah menghasilkan profit dan hal itulah yang membedakan antara kewirausahaan sosial dengan NGO. NGO biasanya mengandalkan donasi dari para donatur sementara kewirausahaan sosial ini tidak mengandalkan donasi lagi. sehingga pengusaha sosial perlu memiliki cara-cara bisnis untuk dapat membuat kewirausahaan sosialnya tetap sustainable yaitu dengan mendapatkan profit.
  3. Community driven yaitu bahwa seorang founder dari kewirausahaan sosial  harus memfokuskan bisnisnya untuk komunitas yang mereka selesaikan permasalahannya. Tentunya mindset yang ada di otak para founders saat mendirikan bisnis sosial adalah untuk membawa dampak positif kepada suatu komunitas. Dengan berpikir community driven, maka foundes akan melibatkan komunitas tersebut dalam pengembangan bisnisnya, 
  4. Determinasi. Founder harus memiliki tekad yang kuat untuk mencapai suatu dampak yang besar. Tentunya menjadi pebisnis apapun, baik kewirausahaan sosial atau kewirausahaan konvensional selalu menghadap tantangan dan selalu menghadapi masalah. Maka dari itu diperlukan determinasi yang kuat dari seorang founder kewirausahaan sosial untuk mencapai tujuan awal dari kewirausahaan sosial tersebut 
  5. Tahu cara membuat jaringan. Seperti kita tahu kewirausahaan sosial atau bisnis-bisnis lainnya tentu perlu memiliki relasi dengan entitas lainnya diluar bisnis tersebut, seperti dengan ke vendor vendor atau dengan customer. Begitu juga dengan kewirausahaan sosial kertas biasanya terhubung dengan pemerintah, terhubung dengan akademisi, terhubung dengan komunitas dan lain-lain. Maka dari itu seorang founder dari kewirausahaan sosial perlu memiliki kemampuan untuk dapat membangun relasi, karena kita tahu sendiri bahwa permasalahan sosial yang diselesaikan oleh kewirausahaan sosial bukanlah permasalahan sosial yang simpel. Sehingga untuk menyelesaikan permasalahan kompleks tersebut membutuhkan beberapa stakeholder yang memiliki tujuan yang sama untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. 
Disarikan dari Kursus Membangun Kewirausahaan Sosial Berbasis Inovasi Sosial: Rujukan Sistematis Membangun Kewirausahaan Sosial Berkelanjutan. UNPAR PLUS. diakses lewat Udemy. link kursus sila klik di sini https://www.udemy.com/share/104EKa3@zI4T4LMkbSRbEtT1nhPk67y-NAQjRjv2ic8bKBGDtjHmVSAG8M9RSI0gnM4WhkODcw==/

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *