Seandainya saya menjadi pemimpin, ada satu kebijakan yang ingin saya golkan. Sebuah peraturan yang mewajibkan siswa sekolah menengah yang akan  lulus untuk menanam minimal satu bibit pohon sebagai syarat kelulusan. Serius, seandainya saya jadi pemimpin, wajib bagi siswa tanam pohon kalau mau lulus!. Gagasan ini saya ambil sebagai dampak dari perubahan iklim yang mengakibatkan  bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor.

Gagasan untuk membuat peraturan Seperti di atas, tercetus pertama kali ketika saya terjuan menjadi relawan banjir bandang di Kabupaten Lebak. Saat itu saya melihat bagaimana luar biasanya bencana yang diakibatkan oleh kerusakan hutan. Banyak kampung yang hancur dan areal pertanian yang rusak parah akibat banjir bandang.

Areal Persawahan yang rusak akibat banjir bandang. Lokasi Kec. Sajira Kab. Lebak (Dokumentasi pribadi)

Perlu kita pahami bersama bahwa perubahan iklim mengakibatkan curah hujan dan peralihan musim yang tidak lagi bisa diprediksi. Banjir Bandang awal tahun 2020 adalah contohnya. Menurut analisis data BMKG, seperti yang dilansir kompas.com, banjir Bandang disebabkan oleh cuaca ekstrem yang lebih parah dibanding banjir pada 2015 dan 2017. Cuaca Ekstrem yang terjadi saat itu disebabkan oleh perubahan iklim.

Menanam kembali hutan-hutan yang sudah gundul dapat menjadi solusi mencegah banjir bandang dan longsor akibat perubahan iklim. Selain itu, menanam pohon juga dapat menampung air hujan. Sehingga ketersediaan air di hulu maupun sepanjang daerah aliran  sungai (DAS) dapat dijaga, khususnya saat kemarau panjang. 

Gagasan Peraturan Menanam Pohon 

Saya sudah membahas latar belakang atau alasan kenapa punya gagasan untuk melahirkan peraturan yang mewajibkan menanam pohon bagi siswa sekolah menengah yang mau lulus. Kali ini kita akan membedah ide besar dari gagasan ini.

Dipilihnya siswa sekolah menengah baik pertama ataupun atas, karena mereka sudah lebih paham tentang perubahan iklim dibandingkan dengan anak-anak sekolah dasar. Sehingga mereka diharapkan akan memiliki kesadaran untuk mencintai lingkungan. Gagasan kebijakan ini juga adalah untuk mendorong peran generasi muda dalam pelestarian lingkungan dan mencegah dampak buruk perubahan iklim.

Saya mengusulkan sistem Zonasi pada peraturan yang digagas. Zonasi penanaman pohon dibagi menjadi 3 zona. Zona pertama adalah pegunungan dan hutan, Zona kedua adalah pesisir pantai, sedangkan zona ketiga adalah zona perkotaan. Kegiatan penanaman dan jenis tanaman bisa disesuaikan dengan zona dimana sekolah berada. Misalkan, untuk sekolah yang berada dekat dengan pesisir pantai para siswa diarahkan untuk menanam bakau, zona pekotaan dapat menanam di areal DAS atau trotoar jalan,  Zona pegunungan areal lahan kritis.

Jenis tanaman yang akan ditanam adalah tanaman keras. Untuk varietas tanaman sendiri dibebaskan sesuai zonasi. Tinggi minimal bibit pohon adalah 50 cm. Satu orang siswa wajib menanam satu pohon, yang pelaksanaannya diatur sekolah masing-masing sesuai arahan Dinas Lingkungan Hidup setempat.

Sebagai bentuk apresiasi telah ikut menanam pohon, siswa diberikan sertifikat sebagai syarat kelulusan sekolahnya.

Demikianlah gagasan saya Seandainya saya menjadi seorang pemimpin. Entah kapan tahu mimpi ini bisa diwujudkan menjadi sebuah peraturan yang mengikat. Akan tetapi meskipun Saat ini saya bukanlah seorang pemimpin, saya tetap merintis jalan untuk mengajak generasi muda menanam pohon. 

Bulan November tahun ini, untuk memperingati hari menanam pohon Indonesia yang jatuh pada tanggal 28 November, saya sudah menyiapkan bibit tanaman gratis. Kurang lebih 100 bibit tanaman sudah berhasil saya sediakan. 25 batang saya serahkan kepada karang taruna Desa Gintung sebagai peran  generasi muda mencegah perubahan iklim. Sisanya saya bagikan kepada pengunjung Taman kupu-kupu Sukardi. 

Terakhir sebagai penutup Tulisan ini saya teringat sebuah pesan,

“Jika panas mengganggu, tanamlah pohon. Jika air mengganggu, tanamlah pohon. Dan jika Anda menyukai kehidupan, tanamlah banyak pohon.”

Categories: Opini

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *