ilustrasi. sumber gambar ilustrasiblog.blogspot.com
Kawan, pernahkah kamu mengalami
kejadian seperti ini: kita mencita-citakan sesuatu dan berusaha
mencapainya, tapi ternyata hasilnya tidak memuaskan. Kita gagal meraih
kesuksesan yang kita mimpi-mimpikan itu. Tetapi disaat bersamaan teman
atau sahabat kita malah mendapatkan kesuksesan yang kita idam-idamkan
itu.
Bagaimana perasaan kamu? Pasti secara
alamiah kita kecewa. Bahkan bias jadi ada bara cemburu yang menjalar.
Saya pun sama, saya pernah sangat kecewa dan iri. Namun sungguh tragis.
Sikap saya itu justru semakin tenggelam dan hilang arah. Dan ingin
berbuat nekat agar teman itu juga gagal.
Ah, sungguh benar apa yang dikatakan
oleh ulama bernama Abdul Hamid al Katib, bahwa orang pendengki seperti
orang yang menuang racun. Jika sudah lepas bisanya, terpenuhilah rasa
puasnya.
Sangat mahal harga yang harus dibayar
sebuah kegelisahan yang lahir dri iri dan dengki. Karena kita
menembusnya dengan hati, daging, dan bahkan darah. Ketenangan,
kebahagian, dan kedamaian kita pun jadi ikut taruhannya.
Kita bisa saja mengobarbankan semuanya
itu karena membayangkan manisnya dendam dan menyakiti serta melepaskan
satu karunia dari tangan orang lain. Padahal, sedikit pun kita tidak
akan mendapatkan manfaat dari itu. Karena boleh jadi kita selihat
sesuatu sebagai kesuksesaan seseorang, tapi belum tentu disana juga ada
jatah kesuksesan kita.
Maka, tak usahlah galau melihat orang
lain sukses. Yang kita lakukan seharusnya adalah melihat proses menuju
sukses orang itu. Karena disanatersimpan pelajaran. Melalui orang itu,
kita bias belajar tentang watak serta karakteristiknya, kebiasaan
hidupnya, kiat-kiat keberhasilannya. Meniru proses yang telah ia lalui
dapat menyakinkan kita untuk berhasil menggapai apa yang yang kita
cita-citakan.
Wallahu’alam bishowab.

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *