Pantai Pasir Putih Madatho Tangerang

Liburan minggu ini, saya bersama ponakan pergi ke salah satu destinasi wisata pantai yang baru dibuka di desa Margamulya kecamatan Mauk kabupaten Tangerang. Nama pantainya adalah Pantai Pasir putih Madatho.
Lokasi pantai ini kalau dari kantor Kecamatan Mauk adalah sebelum Pantai Tanjung Kait. Posisinya tepat sebelum kompleks radar TNI AU, arah ke Vihara Tri Dharma Cariya. Gerbang Vihara berwarna merah di sebelah kiri, di salah satu tiang terbang tulisan pantai Pasir Putih, ikuti terus dari Jalan Utama sekitar 300 meter, setelah melewati tembok akan ada plang lagi ke arah kiri. Kalau Sabtu Minggu biasanya ada yang jaga.


Sebagai lokasi wisata yang baru dibuka, fasilitasnya masih sangat terbatas. Jalanannya pun masih berupa tanah. Belum ada fasilitas toilet untuk buang air kecil maupun besar. Juga belum ada sarana ibadah. Untuk tempat bilas sudah tersedia, berupa bilik. Tersedia juga parkir motir, sayangnya mobil belum bisa masuk ke area pantai.
Untuk pantai sendiri, lumayan luas dan berpasir, meski pasirnya tidak Seputih namanya. Tidak seperti pantai lain di Tangerang yang berlumpur, di pantai ini tidak ada lumpurnya dan nyaman untuk berenang baik anak-anak maupun dewasa. Pantai ini juga ada aliran sungai yang langsung bermuara ke laut. 
Di aliran sungai yang bermuara ke laut inilah saya mencoba perahu perahu karet intex Explorer pro 200 yang saya beli bulan puasa kemarin. Ini adalah untuk pertama kalinya saya mencoba perahu tersebut di area yang lebih luas.
Asik juga bermain perahu di area yang lebih luas, terlebih di pantai wilayah Tangerang yang minim fasilitas atraksinya. Ketika pertama kali mengeluarkan perahu karet dan memompanya, banyak pasang mata yang yang melirik ke arah kami. Dan yang paling antusias  serta ingin tahu adalah anak-anak.

Saya mencoba menaiki pertama kali di area Sungai yang alirannya tidak cukup deras. Dibandingkan dengan naik kano, perahu karet lebih sulit di kendalikan khususnya untuk maju ke arah depan. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh ujungnya yang tidak lancip seperti kano dan dayung bawaan Intex Explorer pro yang lebih kecil dibandingkan dengan dayung kano. Beruntung aliran sungai membantu perahu karet yang saya naiki melaju ke depan.

Oh iya, karena banyak anak-anak yang antusias. Akhirnya saya mengajak beberapa anak lokal untuk bermain bersama. Saya memberikan mereka kesempatan menaiki perahu karet untuk pertama kalinya dalam hidup mereka. Mereka tampak senang, merasakan serunya permainan baru.
Anak-anak sekitar pantai

Kami bermain perahu karet selama beberapa jam. Ketika matahari sore mulai condong ke barat, kami memutuskan untuk beranjak ke darat. Menyudahi permainan laut hari ini.

Ternyata, pantai pasir putih ini semakin sore semakin ramai. Banyak rombongan keluarga yang berdatangan dengan membawa bekal makanan. Sepertinya mereka ingin makan bersama di tepi pantai sambil menikmati Sunset.
Sementara kami, setelah mengemasi perahu karet dan berganti baju, memutuskan untuk pulang ke rumah. Setidaknya ada 1 Tempat baru ketika kami ingin lari ke pantai bermain pasir dan air yang tidak jauh dari rumah. 
Sekian terima kasih.

Categories: VideoWisata

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *