Salah satu perjalanan yang saya
rencanakan di bulan Desember 2016 ini adalah ingin pergi ke Bogasari
Expo 2016 bertempat di Kartika Expo Balai Kartini mulai dari tanggal 16
sampai 18 Desember 2016. Ada banyak kegiatan yang dihelat di acara
Bogasari Expo 2016 ini, mulai dari kelas memasak, kelas kewirausahaan,
demo masak dengan chef-chef kenamaan seperti Chef Marinka, Chef Degan,
Chef Chandra, talkshow bersama Merry Riana, sampai dengan pojok-pojok
kuliner berbahan dasar terigu.
Saya sendiri mendaftar online di kelas
kewirausahaan boga entrepreneur. Dan berangkat hari sabtu 17 desember
yang kebetulan berbarengan dengan nikahan teman kuliah di Bekasi, jadi
dari Bekasi saya langsung cabut ke Bogasari Expo. Saya sendiri bukanlah
pelaku usaha kuliner berbasis terigu, meski demikian saya tetaplah
tercatat sebagai salah satu konsumen Bogasari, distributor by product
malah ;-p .
Kelas yang saya pilih packaging
material pun di dasari oleh obrolan dahulu kala dengan pak Hasanudin,
SE, kolega di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Tangerang bahwa
kemasan produk ukm di tangerang masih kurang halus. Jadi saya ingin bawa
pulang pengetahuan tentang pengemasan produk, siapa tahu bisa diberikan
kepada teman-teman ukm yang lain.Di tengah guyuran hujan saya sampai di
lokasi. Langsung masuk dan menuju tempat registrasi, karena saya sudah
daftar secara online saya hanya perlu daftar ulang. Dikasih gelang dan
masuk ke arena expo. Wangi kue dan aneka masakan menyergap hidup,
menggugah selera. Sayangnya saya harus menuju kelas boga Entrepreneur,
meski sekilas lihat Chef Degan, salah satu juri di acara masak televisi,
di panggung utama sedang demo, demo masak maksudnya. Juga melewati
beberapa ruang kelas Boga Class, asal bau aneka makanan.
Suasana boga class
Secara umum bagi pelaku usaha kuliner
di Bogasari Expo ini anda dapat meningkatkan skill memasak anda dengan
mengikuti boga class yang dipandu oleh pelatih dari Bogasari Baking
Center. Untuk boga Class ada kelas Mie/jajanan pasar, Roti/pastry, dan
Cake/cookies. Untuk mengikuti boga class anda dikenai biaya 50 ribu,
tapi sudah dapat materi dan bisa membawa pulang olahan makanan yang anda
buat. Anda juga dapat meningkatkan skil kewirausahaan anda, khususnya
yang ingin melebarkan sayap usahanya, dengan mengikuti Boga entrepreneur
secara gratis. Ada kelas-kelas dengan materi yang mantap den pembicara
yang hebat juga. Adapun kelas-kelas di Boga Entrepreneur adalah;
pembukuan usaha dengan pemateri BTPN, Online Marketing dengan pembicara
Bukalapak, Food Stylist dengan pemateri Chef Yeni Ismayani, Sertifikasi
Halal dengan pembicara LPPOM MUI, financial planning dengan pematri dari
Bank Mandiri, Branding dengan pemateri Main Ad, Digital Marketing
dengan pemateri Ogilvy, Packaging Material dengan pemateri Citra Buana
Indotama, Perijinan Merek dengan pamateri Dirjen HKI, Food Photography
dengan pemateri Chef Yeni Ismayani, Mesin pengolahan makanan dari Fomac,
SDM dari BTPN, hygiene, sanitation, & produk indsutri rumah tangga
dengan pemateri Dinas Kesehatan, mobil toko / food truck dari ombi mobil
toko, dan product knowledge tepung terigu bogasari dari Bogasari Baking
Centre.
Seperti yang sudah saya ceritakan di
depan bahwa saya mengikuti kelas packaging material. Di kelas ini saya
baru tahu bahwa untuk industry roti kemasan bukan hanya pelastik
pembungkus doang, dipaparkan juga klip pengemas roti seperti yang
terdapat di roti tawar, berbagai klip pembungkus dan mesin packaging.
Sesuatu yang baru bagi saya. Saya jadi teringat buku yang saya beli
beberapa bulan lalu di Bandung tentang kemasan produk dan belum dibuka
sama sekali :-P, mungkin nanti bisa melengkapi apa yang saya dapat hari
itu.
Setelah kelas bubar, saya pun
berkeliling sebentar. Melihat ke beberapa stand perusahaan pengemasan
produk. Ada Fomac yang memamerkan mesin-mesin pengolahan makanan seperti
mixer roti, tempat peraga roti, sampai pengolahan kopi. Saya juga
mampir ke stand Kpack, banyak sekali plastic pengemas di standnya. Mulai
dari beragam ukuran sampai beragam jenis kegunaan untuk produk
tertantu. Selain mampir ke perusahaan penyedia alat pengolahan dan
pengamasan makanan, saya juga mampir sebentar ke stand Morin. Baru tahu
juga ternyata produk Morin bukan hanya selai dengan kemasan botol yang
biasa ditemukan di minimarket, mereka juga menyediakan selai dalam
bentuk bag. Food service product selai kemasan bag ini memang tidak
dijual bebas di minimarket, tapi di toko penyedia bahan pembuatan roti.
Selai berbentuk bag ini biasa digunakan pembuat roti sebagai isi dari
roti yang diproduksi oleh pembuat roti. Ada banyak rasa yang ditawarkan
mulai dari pasta kaya, selai nanas, selai strawberry, peanut butter,
chocolate filling, sampai selai kelapa muda. Dan saya bungkus selai
kelapa muda satu. Ini membuka wawasan saya bahwa pabrikan selai juga
membuat produk khusus untuk ukm, setahu saya selain Morin ada Mariza
Food yang bergerak di industry yang sama.
Saat keliling saya juga berkunjung ke
stand LPPOM MUI. Saya bertanya tentang syarat pengajuan sertifikasi
halal MUI. Pihak MUI menjelaskan tentang alur proses sertifikasi halal.
MUI juga mengatakan bahwa mereka membuka kesempatan konsultasi di Global
Halal Centre Building Bogor bagi masyarakat yang ingin tahu lebih
lanjut proses sertifikasi halal. Dan berapa biaya untuk pengurusan
sertifikasi halal? Jawabannya adalah 2,7 juta, biaya ini belum termasuk
akomodasi auditor LPPOM MUI. Biaya akomodasi tidak bisa berbentuk uang
yah, kawan. Kalo auditor harus naik pesawat buat ke tempat kamu berarti
kamu harus menyediakan tiketnya, dalam bentuk tiket bukan uang. Begitu
juga jika auditor terpaksa harus menginap buat audit di lokasi kamu
berarti kamu harus menyediakan penginapannya, dalam bentuk voucher atau
tiket hotel yah bukan dalam bentuk uang. Setelah dari stand MUI yang
bersampingan dengan stand suku Dinas Kesehatan, saya berkeliling ke
berbagai stand. Lumayan ada yang menawarkan makanan-makanan gratis meski
Cuma satu-satu cup. Makan di salah satu stand ukm dan istirahat
sejenak. Kemudian kembali ke kelas boga entrepreneur dengan materi
perijinan merek.
Merek adalah suatu tanda tertentu yang
dipakai untuk mengidentifikasikan suatu barang atau jasa sebagai mana
barang atau jasa tersebut diproduksi atau disediakan oleh orang atau
perusahaan tertentu. Merek membantu konsumen untuk mengidentifikasi dan
membeli sebuah produk atau jasa berdasarkan karakter dan kualitasnya,
yang dapat teridentifikasi dari mereknya yang unik. Begitulah kira-kira
pengertian merek yang dipaparkan oleh pembicara dari Dirjen HKI. Di sesi
ini dijelaskan juga proses pengajuan permohonan pendaftaran merek.
Berapa lama satu merek bisa teregister ® ? satu merek bisa teregister
adalah 2 tahun dari waktu permohonan pendaftaran merek diterima Dirjen
HKI. Sedangkan biaya yang dikenakan adalah 2,1 atau 2,5 juta (saya lupa
pastinya) yang dibayarkan melalui BRI, khusus ukm cukup 600ribu dengan
syarat medapatkan surat rekomendasi dari Dinas UKM & koperasi
setempat, Disperindag juga bisa. Penting untuk dicatat bahwa sistem
pengajuan merek adalah first to file, artinya pendaftar merek pertama
yang bisa mendapatkan merek yang didaftarkan jika kemudian hari anda
mengajukan merek yang sama dengan merek yang telah didaftarkan dan uang
anda lenyap. Karenanya, dirjen HKI membuka layanan pertanyaan merek,
apakah suatu merek telah digunakan atau didaftarkan oleh pihak lain
sebelum anda.
Akhirnya sekianlah cerita saya kali ini semoga bermanfaat.
Kategori: Jurnal

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *