Saat akan memulai usaha, khususnya
di Indonesia, anda akan dihadapakan pada surat keterangan domisili
usaha. Walaupun anda seorang founder startup yang nota bene usahanya di
dunia maya, anda akan tetap ditanya di mana kantor anda. Tempat mana
yang akan anda jadikan sebagai kantor, sementara saat memulai sebuah
usaha anda mengalami banyak kesempitan. Kesempitan di sisi keuangan,
fasilitas, waktu, dan semua aspek yang berkaitan membangun bisnis kita.
Andreas Senjaya, co-Founder iGrow
bercerita dalam blog pribadinya bahwa banyak founder di masa awal tidak
punya kantor, sehingga harus kerja dari satu warung kopi ke warung kopi
lain. Tidak punya modal, sehingga tidak bisa menggaji karyawan atau
dirinya sendiri. Tidak punya kekuatan dan pengaruh, sehingga harus
berjalan dan mendaki dengan kekuatannya sendiri. 
Bahkan perusahaan teknologi raksasa
Google pun memulai usahanya dari garasi.yah, menjadikan garasi sebagai
kantor. Tapi kini, seiring perkembangan dunia startup yang terus tumbuh
melahirkan tempat bekerja yang lebih fleksibel seperti Coworking space.

Kenapa Tidak Berkantor di Coworking Space
Pengertian Coworking Space sendiri seperti yang tertera di situs EV Hive, salah satu coworking Space
di Indonesia, adalah sebuah tempat dimana para individu – individu yang
memiliki latar belakang pekerjaan ataupun bisnis bekerja dalam sebuah
tempat. Asal dari definisi coworking space itu sendiri adalah berasal dari kata ‘Coworking‘ yang bisa diartikan kerja sama atau berkolaborasi.
Coworking space dapat
menyediakan semua hal yang Anda butuhkan untuk bekerja. Mulai dari ruang
khusus untuk melakukan rapat, konferensi panggilan video, hingga ruang
presentasi, dapat Anda gunakan untuk kepentingan pekerjaan Anda. Meski
startup anda masih baru tentu anda tidak akan minder bertemu dengan
calon investor dengan fasilitas tersebut. Atau ketika anda butuh akses
internet untuk mendukung pekerjaan anda, Coworking space juga menyediakannya. Termasuk ketika anda butuh printer untuk mencetak dokumen, Coworking space juga sudah menyediakannya. Sampai ke kopi atau teh dan gulanya juga sudah disediakan di Coworking space.
Dengan kata lain, Anda tidak akan kekurangan sarana dan prasarana
ketika sedang bekerja sekuat tenaga menyukseskan startup yang dimiliki.
Menurut id.techinasia.com Di dunia startup sendiri, coworking space sering
digunakan sebagai sebuah kantor utama dengan alasan bahwa startup masih
mempunyai modal yang sedikit dan tidak akan mencukupi biaya sewa sebuah
kantor.
Berkantor di coworking space juga memiliki keuntungan lain seperti:
Luaskan Jejaring Usahamu
Seorang wirausaha apalagi yang masih
baru seperti founder startup tidak dapat hidup sendiri dalam menkalankan
usahanya, namun ada keterkaitan dengan pihak luar sebagai pemasok,
pelanggan (konsumen), maupun penyokong dana (investor). oleh karena itu
diperlukan suatu jairngan usaha agar usaha yang dijalankan
berkelanjutan. Menurut Yuyus Suryana dan Kartib Bayu dalam buku
Kewirausahaan: Pendekatan Karakteristik Wirausahawan Sukses menyebutkan
bahwa Jaringan usaha dan komunikasi terbukti berperan penting dalam
pengembangan usaha.
Bekerja di Coworking space seperti EV Hive yang merupakan sebuah coworking space
berbasis komunitas yang turut membangun ekosistem startup digital di
Indonesia akan membuka jaringan usaha yang luas untuk anda. Selain itu
beragam kegiatan seperti workshop sampai adanya event-event pertemuan
dengan ventures capital tentu akan membuat bisnis anda terakselesari
untuk lebih berkembang dan besar.
Benturkan Kementokan Ide dengan para Ahli
Bekerja di dunia teknologi informasi
yang komplek dan penuh tekanan terkadang membuat ide mentok. Ada saja
masalah pada produk yang sedang dikembangkan. Ketika anda sendirian
mungkin anda frustasi, menyerah dan bingung untuk menuntaskannya.
Kelebihan bekerja di coworking space
adalah banyaknya ahli dengan spesialisasi yang berbeda-beda yang
bekerja dalam satu ruang dengan anda. Ketika anda bingung harus berbuat
apa, anda dapat curah gagasan dengan para ahli yang ada. Berkolaborasi
untuk menguraikan masalah lalu menuntaskan masalah tersebut. Atau bisa
jadi anda malah anda yang diminta membantu orang lain yang mentok
idenya.
Kesempatan diliput Media
Thomas A Edison bukan penemu lampu pijar
pertama tetapi lampu Edisonlah yang paling banyak dipublikasikan.
Edison adalah pemasar kreatif dan ahli strategi hubungan masyarakat. Ia
mengundang orang-orang penting, antara lain, wartawan, untuk menyaksikan
penemuannya. Tidak heran bila wartawan surat kabar menempatkannya di
peringkat tertinggi dan sibuk membahasnya sehingga dunia hanya mengenal
Edison sebagai orang di balik bola lampu.
Begitu juga dengan dunia startup, agar
sebuah produk startup dikenal luas oleh masyarakat tentu saja butuh
publikasi media. Semakin banyak orang yang mengetahui tentang produk
startup Anda, akan semakin besar kemungkinan startup Anda menjaring
pengguna baru yang banyak. Salah satu kelebihan bekerja di coworking space adalah kesempatan Anda untuk bertemu dengan media akan semakin besar. Ini karena banyak coworking space yang
menyediakan event startup yang menarik perhatian media. Anda yang masih
terbatas kemampuannya untuk pasang iklan, tak perlu minder karena media
sendiri yang datang ke tempat anda dan membuat anda masuk radar media.
Untuk menikmati fasilitas yang ada di sebuah coworking space
memang tidaklah gratis, ada biaya yang harus dikeluarkan. Tetap tenang
karena anda dapat memilih paket keanggotaan yang beragam mulai dari
harian, mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan tergantung coworking space yang ada. EV Hive misalnya mematok harga termurah dari lima puluh ribu per hari sampai empat juta perbulan.
Kembali lagi ke masalah di mana kantor
anda ketika akan memulai usaha? Kini anda tidak perlu takut ketika
ditanya dimana kantor anda. Adanya coworking space membuat anda
dapat berkantor di tempat yang nyaman dengan fasilitas wah, namun
dengan biaya yang fleksibel. Selamat bekerja! Selamat membesarkan
startup anda!
Ahmad Yunus
founder nusfeed.id


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *