Tidak usah saling menyalahkan, lakukan saja yang bisa dilakukan 
Dua anak ini kemarin rumah nya didatangi bupati,  camat, dan rombongan pejabat. Anak yatim,  si anak laki kakinya kena pecahan genteng dan harus dijahit lukanya, si anak perempuan kehujanan dan masih trauma rumahnya rusak parah tertimpa pohon tumbang. Kok bisa luput korban luka dan psikis seperti itu? 
Ternyata skala kerusakan nya luas. Bukan hanya rumah,  kios, kantor desa juga porak poranda. Masing-masing orang sibuk perbaiki rumahnya masing-masing. Aparat desa lebih kalang kabut lagi,  kantor nya rusak juga harus setor data. Jadinya fokus ke kerusakan fisik ditambah warga nya juga pasif belum mau lapor kalo ada yang sakit (efek kaget bencana),  dua anak itu,  kalo rumahnya tidak dikunjungi juga gak bakal ketahuan. Jadi kalo mau data ulang rumah,  jangan lupa tanya ada yang sakit tidak,  ada yang luka tidak. Yang saya takutkan kalo ada yang hidupnya sebatang kara.
Fasilitas kesehatan buat korban puting beliung gratis. Puskesmas mauk juga responsif.  Tinggal koordinasi dan jangan saling menyalahkan.
Catatan akhir jumat. 
Kita hidup di daerah bencana tapi belum siap tanggap bencana. 
Categories: Jurnal

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *